Langsung ke konten utama

Postingan

Kenapa Harus Menulis?

Bismillaahirrahmaanirraahiim Aku terlahir sebagai individu dengan kepribadian tertutup. Tidak mudah berkomunikasi dengan orang lain, tidak menyukai keramaian pula. Namun, bukan berarti aku anti sosial. Aku masih mau berbaur dengan orang lain, aku juga memiliki banyak teman. Aku hanya tipe orang yang bicara seperlunya, lebih senang menyimpan perasaan sendiri karena aku sulit percaya dengan orang lain. Aku tipe orang yang tidak mudah akrab dengan orang baru sebelum aku benar-benar mengamati orang tersebut dengan baik. Mungkin banyak yang bilang bahwa aku seorang introver . Menjadi seorang introver sepertiku memang cukup berat walaupun ku rasa nyaman. Ketidakpercayaanku terhadap orang lain memaksaku untuk selalu menyimpan perasaan dan berusaha menyelesaikan permasalahan sendiri. Apalagi di saat aku mulai menginjak usia remaja. Mungkin ini yang dinamakan masa puber, masa dimana aku mulai memiliki ketertarikan terhadap lawan jenis, masa dimana akhirnya aku mengenal pacara

Nggak Boleh Pacaran !!!

Bismillahirrahmaanirrahiim Bicara soal pacaran memang tak akan ada habisnya. Pacaran selalu menjadi topik yang tak pernah bosan untuk dibahas. Pacaran juga merupakan sebuah keharusan bagi mereka yang menjalankan, baik tua ataupun muda termasuk aku. Aku yang saat ini menentang pacaran ternyata pernah pacaran juga. Seperti perempuan pada umumnya, aku pun merasakan apa yang namanya jatuh cinta, patah hati, cemburu, diselingkuhi, dilema, dan konflik bathin lainnya yang sering dirasakan oleh para budak cinta. Semuanya berawal ketika aku duduk di kelas 3 SMP. Seingatku waktu itu masih awal ajaran baru. Tak ada angin, tak ada hujan, salah satu teman sekelasku, cowok datang kepadaku menyatakan perasaannya. Kaget. Seorang cowok yang tak pernah memiliki hubungan baik denganku sebelumnya, tak pernah dekat, tak pernah akrab apalagi sampai curhat bareng, yang ada hanyalah perseteruan di antara kami. Bisa dibilang dia adalah salah satu musuh bebuyutanku, si biang huru-hara, si pemi

Demam RKUHP dan UU KPK. Korupsi, Salah Siapa?

Bismillaahirrahmaanirraahiim Assalamu’alaikum … Belakangan ini kita disuguhi oleh berita-berita dari berbagai media mengenai revisi Rancangan Undang-undang (RUU) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebabkan timbulnya pro dan kontra dari berbagai pihak sehingga memicu aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa di seluruh Indonesia. Seperti biasa aku membuka youtube untuk mencari tontonan berfaedah siang kemarin. Di timeline muncul tayangan ulang  Mata Najwa :Ujian Reformasi  yang tayang kemarin malam, tapi belum sempat kulihat. Klik. Aku menontonnya. Tayangan tersebut membahas tentang RKUHP yang dianggap terlalu terburu-buru dan tidak transparan serta UU KPK yang disinyalir melemahkan KPK sehingga memicu perdebatan sengit antar pihak yang terlibat dalam diskusi tersebut. Namun, yang membuat jariku tergerak untuk menulis diary ini yaitu ketika muncul statement KPK lebih baik dibubark

The Marriage : Tips Memilih Pasangan Hidup Versi Diary Ukhti

                             Assalamu’alaikum. Hoam. Musim nikah berarti musim baper. Entah berapa banyak aku mendapatkan undangan di tahun ini. Setiap datang ke undangan selalu auto baper. Nikah merupakan satu hal yang selalu diinginkan oleh setiap orang termasuk aku.   Taaruf, khitbah, akad, dan hidup bahagia, uuuuuuhhh senangnya. Membayangkan berada di sebuah gedung dengan dekorasi yang indah sesuai konsep yang telah dirancang, menyaksikan ijab qobul sang mempelai pria, sungkeman dengan orangtua dan mertua, dimeriahkan dengan musik dan lagu romantis serta ucapan selamat dari tamu-tamu undangan yang datang silih berganti. Hayo, siapa yang nggak mau? Wkwkwk. Itulah gambaran pernikahan yang tak jarang dibayangkan olehku, kamu, dan mereka. Namun friends tahu nggak sih pernikahan itu apa? Konklusi dari tanya jawab dengan beberapa temanku yang sebagian besar sudah menikah mengatakan bahwa pernikahan merupakan suatu ikatan suci melalui akad yang menyat

Yogyakarta : Nggak Cukup Cuma Sehari

Assalamu’alaikum..   Friends ! Kalian tahu nggak sih definisi backpacker   itu apa? Mungkin berasal dari kata backpack yang menurut kamus Bahasa Inggris artinya ransel, maka backpakcer bisa dikatakan sebagai seseorang yang memakai ransel. Siapa dia? Pengembarakah? Pendakikah? Mungkin pemudik juga bisa dikatakan backpacker jika memakai ransel, wkwkwk. Memang begitu ya definisinya? Entahlah. Tapi berdasarkan beberapa pengertian tersebut menurutku backpacker merupakan seseorang wisatawan atau lainnya yang melakukan perjalanan jauh secara mandiri. Mandiri yang dimaksud adalah perjalanan tanpa melibatkan pihak lain misalnya travel agen.   Jadi segala sesuatu kebutuhan selama perjalanan disiapkan oleh wisatawan itu sendiri. mungkin kurang lebih seperti itu, kalau salah boleh dikoreksi ya friends. Istilah backpacker   lagi ngehits banget di era milenial ini sehingga jiwa petualangku pun meronta-ronta . Tapi kemana? Bingung. Hingga ditengah-tengah kesibukan di office tempatku