Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2024

PENGALAMAN MENYAPIH ANAK DENGAN METODE 'WEANING WITH LOVE'

  Assalamu'alaykum Diaris. Setelah kemarin aku cerita seperti apa drama-drama yang aku alami selama proses mengASIhi, kali ini aku juga mau cerita tentang bagaimana kisah-kasih selama menyapih. Menjelang akhir tahun kemarin anakku sudah menginjak usia dua tahun, sudah waktunya untuk disapih. Sebagaimana yang telah dianjurkan dalam Alquran surah Albaqarah ayat 233 yang artinya: "Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusuinya dengan sempurna....." Sebenarnya ayatnya masih panjang, tapi aku ambil sebagian saja, sisanya boleh buka Alquran tafsirnya ya. Sebelum anakku masuk usia dua tahun, aku sudah membayangkan akan seperti apa uniknya nanti proses menyapih, apalagi saat mendengar pengalaman-pengalaman menyapih dari para ibu lain diluaran sana, kebanyakan dari mereka merasa sedih selama proses menyapih. Pun sama dengan kakakku yang juga cerita bahwa selama menyapih merasakan kesedihan. Sempat bingung sih kenapa mereka merasa sedih,

Ibu Bekerja Atau Ibu Rumah Tangga, Pilih Mana?

Assalamu'alaykum Diaris. Menjadi wanita memang tak lepas dari pertanyaan ini, "menjadi ibu bekerja atau ibu rumah tangga?". Aku juga pernah ditanya hal ini. Dulu jawabanku ada lah  ingin menjadi wanita karir. Waktu itu usiaku masih 22 tahun  baru lulus kuliah, belum ada kepikiran menikah dan punya anak, bahkan pernah juga berpikir bahwa aku nggak mau menikah, apalagi punya anak, nggak kebayang deh gimana sakitnya melahirkan, kalau lihat drama-drama di tv tuh ibu-ibu yang melahirkan sampai jerit-jerit dan melotot, korban sinetron, wakakak. Tapi ya namanya manusia si mahluk yang sering nggak konsisten, apalagi kan kita sebagai hamba dari Yang Maha membolak-balikan hati, akhirnya punya keinginan juga untuk membina rumah tangga, berkeluarga. Kalau aku sih berawal dari teman-temanku yang satu per satu mulai melepas masa lajangnya, dan aku mulai kehilangan teman jomlo, hehehe, bukan karena mereka menjauhiku ya, tapi aku kadang bingung sendiri kalau lagi kumpul terus mereka yang

Atasi Kulit Kering Dengan Wardah Hydra Rose

  Assalamu'alaykum Diaris. Kalau ada yang tanya sejak kapan aku pakai produk kosmetik Wardah?, aku akan jawab sejak bertahun-tahun lamanya, hahaha. Bener, asli, nggak bohong. Wardah merupakan salah satu brand yang aku pilih saat pertama kali memutuskan untuk perawatan kulit wajah, meski awalnya hanya ikut-ikutan, tapi alhamdulillaah cocok untuk jenis kulitku yang cenderung kering ini. Sebagai seorang adik yang doyan banget niru kakaknya yang seorang perempuan, aku sering kepo sama hal-hal yang dilakukan oleh kakakku, termasuk saat dia melakukan ritual perawatan kulit wajahnya. Aku sering perhatikan dia setiap pagi saat sebelum pergi ke sekolah, sebelum jadi IRT sepertiku beliau ini seorang guru di sekolah menengah. Banyak sekali perlengkapan skincare nya, mulai dari toner pembersih wajah hingga lipstik yang semuanya merupakan produk dari brand Wardah. Nggak cuma pagi hari aja loh, ritual itu dilakukan juga di siang hari sepulang ngajar, dan malam hari sebelum tidur, lengkap tanpa t

Thanks to 2023.

  Assalamu'alaykum Diaris. Alhamdulillaah udah masuk bulan Februari aja nih, perasaan baru kemarin deh perpindahan tahun dari 2023 ke 2024. Rasanya cepet banget sampai mikir apa aja nih yang udah dilakukan di bulan Januari kemarin. Bagaimana nih Diaris, hal apa aja yang sudah dilakukan selama bulan Januari? Adakah resolusi 2024 yang telah berjalan?. Jujur, untuk tahun ini aku nggak punya resolusi apa-apa. Menjalani hidup sebagaimana mestinya, mengikuti alur yang ada, dan berusaha memanfaatkan sisa waktu yang kupunya dengan sebaik mungkin itu udah cukup untuk bekal tahun ini. Bukannya aku nggak punya keinginan, sebagai manusia normal pastinya punya banyak yang ingin dicapai, ingin ini, ingin itu, banyak sekali, tapi setelah begitu banyak hal yang aku alami beberapa tahun belakang ini, aku jadi berpikir hanya tentang hal baik apa yang harus aku lakukan hari ini, meski hanya sekadar bangun subuh, beres-beres rumah, siapkan sarapan untuk keluarga kecilku, merawat dan menemani anak mai