Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Diary

Jodoh itu cerminan diri

Bismillahirrahmaanirraahiim Seru memang jika membahas tentang jodoh, pun dengan aku  yang nggak pernah bosan menjadikannya sebagai salah satu topik yang sering muncul di diary. Seperti yang ingin kutulis kali ini adalah masih seputar tentang jodoh. Bedanya, sebelumnya yang kutulis adalah tentang pencarian jodoh hingga mempersiapkan diri menjelang pernikahan. Namun, yang kutulis kali ini adalah sepotek tentang aku dan jodohku pasca sebulan menikah. Oh iya, happy anniversary   yang pertama untukku dan jodohku yang lagi sibuk dengan laptopnya karena WFH efek pandemi yang belum berakhir. Alhamdulillah, tepat tanggal 1 November 2020 aku dan jodohku telah melangsungkan pernikahan, kini upayaku dalam pencarian jodoh telah terhenti sejak hari itu. Sampai detik ini aku masih merasa nggak percaya bisa menikah dengan jodohku yang tiada lain kakak kelas waktu SMA yang bahkan kami tak saling mengenal waktu itu, perkenalan dan pertemanan dimulai saat kami mulai disibukkan dengan karir masing

Tentang Usia, Siapa yang Tahu?

Assalamualaikum… Innalillahi wa innailaihi roji’uun . Hari itu tepatnya bakda Magrib menjelang Isya aku mendapat kabar duka via whatsapp. Mama dan Teteh (sebutan untuk kakak perempuanku) mengirimiku pesan bahwa  salah seorang anak dari teman Mama yang juga adik kelasku waktu SD telah meninggal dunia. Aku yang masih setengah sadar karena saat itu aku memang sedang tertidur efek masuk angin sepulang kerja yang membuat kepalaku pusing rasanya seperti berputar-putar. Antara mimpi atau bukan, antara percaya dan tidak, dengan kepala yang masih pening aku coba membuka facebook untuk mencari akunnya dan ternyata benar, akunnya telah dipenuhi oleh ucapan bela sungkawa. Dan yang membuat aku masih nggak nyangka adalah saat aku melihat postingan terakhirnya tujuh jam yang lalu bahkan beberapa jam sebelum meninggal pun ia masih sempat ikut tournament sepak bola katanya. Qodarullah, perihal usia, siapa yang tahu?.

Merdekakan Diri Sendiri Sebelum Menjadi Pahlawan Untuk Orang Lain

Sumber Gambar Assalamu’alaikum… Tak mesti selalu di bulan Agustus karena kemerdekaan dikenang setiap hari. “Tujuh belas Agustus tahun empat lima, itulah hari kemerdekaan kita…” mungkin setahun sekali kita mendengar atau bahkan ikut serta menyanyikan lagu tersebut, lagu kemerdekaan Indonesia yang selalu mengiringi kegiatan upacara bendera 17 Agustus sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah menyelamatkan Indonesia dari penjajahan bangsa asing. Selain upacara bendera, hari ulang tahun Indonesia biasanya diperingati oleh masyarakat Indonesia dengan mengadakan berbagai macam perlombaan, seperti panjat pinang, tarik tambang, balap karung, serta perlombaan-perlombaan lainnya yang dapat melatih kerjasama dan semangat berjuang seperti para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Merdeka itu apa sih? Bicara tentang hari kemerdekaan, sebenaranya apa yang dimaksud dengan merdeka?. Menurut KBBI merdeka adalah bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan seba

Tidak Ada Larangan Untuk Berpacaran

Sumber Gambar Assalamu’alaikum…. Halo! Siapa di sini yang punya pacar? Satu, dua, tiga,…., seratus, … Oh ternyata banyak ya, wkwkwk. Bicara soal pacar-pacaran memang tak akan pernah ada habisnya, rasanya tak bosan menjadikannya sebagai topik pembahasan. Kurasa pacaran selalu menjadi tren di segala zaman. Nggak pacaran itu kuno apalagi bagi remaja-remaja yang dalam masa puber. Bagi sebagian orang pacaran diusia belia itu bisa dibilang wajar karena dirasa sudah masanya masuk fase pubertas, fase dimana seseorang mulai merasakan adanya perubahan-perubahan dalam diri, entah perubahan fisik, hormonal, maupun psikologi. Fase pubertas dianggap sebagai masa transisi seseorang menuju pendewasaan yang katanya rentan terpengaruh oleh segala sesuatu yang ada di lingkungan sekitar. Oleh karena itu, tak sedikit orang tua yang melakukan segala upaya untuk mengawasi pergaulan anaknya yang tengah berada dalam fase puber agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, salah satunya yaitu dengan ca

“Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Bismillahhirrahmaanirrahiim. Alhamdulillaah …. Pagi ini membuka mata di tempat dimana aku dibesarkan setelah berhasil melewati proses pulang kampung semalam yang penuh drama karena mendadak diare sejak pagi yang diduga efek masuk angin. Mohon maaf sebelumnya, bukan maksud tak mengindahkan anjuran pemerintah untuk tak pulang kampung demi memutus rantai penyebaran Covid-19, tapi karena satu dan lain hal yang mengharuskan aku meninggalkan tempat rantau untuk sementara dan merayakan idul fitri di rumah, kebetulan daerah rantau juga daerah rumah tidak termasuk zona merah apalagi zona hitam. Sejak tiba di rumah kurang lebih pukul satu dini hari, perasaanku agak aneh nggak tahu kenapa, terlepas dari kondisi perut yang memang masih tak bisa diajak kompromi. Irama jantungku sering nggak beraturan, terutama kalau nggak sengaja lagi bengong. Namun, aku bersyukur meski dengan perasaan yang nggak jelas, aku masih bisa merayakan hari raya Idul Fitri 1441 hijriah bersama keluarga di rumah. Seni

Cara Bersyukur dengan Membudayakan Hidup Minimalis

Bismillaahirrahmaanirraahiim Aku nggak tahu ini hari ke berapa aku berdiam diri di kamar kost. Jujur, aku sedikit terganggu dengan keadaan yang tak jarang membuat uring-uringan, tapi apalah daya aku nggak bisa apa-apa selain berusaha menikmati keadaan yang terjadi saat ini efek PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sebagai upaya meminimalisir penyebaran COVID-19. Meski dasarnya aku anak rumahan, tapi bukan berarti aku tak masalah dengan kondisi saat ini. Akhir-akhir ini aku mulai merindukan aktivitas hiburan di luar, seperti nongkrong sambil makan bareng teman, hunting di toko buku sambil menghirup aroma khas buku baru, nonton bioskop, jalan-jalan ke tempat hiburn, dan sebagainya. Dalam masa PSBB ini sesekali aku keluar hanya untuk kerja dua atau tiga hari dalam seminggu, menjemur pakaian sambil menjemur diri, ke super market, dan buang sampah, selebihnya aku hanya di kamar kost dengan aktivitas yang kuusahakan bermanfaat. Tadi pagi dengan sengaja aku membuka akun Instagra

Libur yang tak dirindukan : Sisi lain dari pandemic

Sumber gambar Bismillaahirrahmaanirraahiim Di awal tahun 2020 ini Indonesia disambut dengan beragam bencana alam, mulai dari banjir, longsor, gempa bumi yang terjadi di berbagai wilayah, dan kini Indonesia bahkan seluruh penjuru dunia tengah dihadapkan dengan pandemic berupa virus yang lebih dikenal dengan nama Covid-19. Tak perlu dijelaskan apa itu Covid-19 karena sudah bukan sesinya jika melihat bagaimana keadaan dunia saat ini yang tengah gencar melakukan aksi lockdown serta physical distancing sebagai upaya pencegahan penyebaran virus tersebut. Bisa dilihat di sekeliling kita dan juga di berbagai media betapa banyaknya penduduk bumi yang menyuarakan #dirumahaja atau #workfromhome yang memang telah diperintahkan langsung oleh pemerintah dengan mengeluarkan surat edaran berupa imbauan untuk seluruh masyarakat agar melakukan aktivitas di rumah, mulai dari ibadah, belajar, dan bekerja. Seperti yang ku alami saat ini, this is the second day of work from home . Ups, mo