Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Diary

Ibu Bekerja Atau Ibu Rumah Tangga, Pilih Mana?

Assalamu'alaykum Diaris. Menjadi wanita memang tak lepas dari pertanyaan ini, "menjadi ibu bekerja atau ibu rumah tangga?". Aku juga pernah ditanya hal ini. Dulu jawabanku ada lah  ingin menjadi wanita karir. Waktu itu usiaku masih 22 tahun  baru lulus kuliah, belum ada kepikiran menikah dan punya anak, bahkan pernah juga berpikir bahwa aku nggak mau menikah, apalagi punya anak, nggak kebayang deh gimana sakitnya melahirkan, kalau lihat drama-drama di tv tuh ibu-ibu yang melahirkan sampai jerit-jerit dan melotot, korban sinetron, wakakak. Tapi ya namanya manusia si mahluk yang sering nggak konsisten, apalagi kan kita sebagai hamba dari Yang Maha membolak-balikan hati, akhirnya punya keinginan juga untuk membina rumah tangga, berkeluarga. Kalau aku sih berawal dari teman-temanku yang satu per satu mulai melepas masa lajangnya, dan aku mulai kehilangan teman jomlo, hehehe, bukan karena mereka menjauhiku ya, tapi aku kadang bingung sendiri kalau lagi kumpul terus mereka yang

Thanks to 2023.

  Assalamu'alaykum Diaris. Alhamdulillaah udah masuk bulan Februari aja nih, perasaan baru kemarin deh perpindahan tahun dari 2023 ke 2024. Rasanya cepet banget sampai mikir apa aja nih yang udah dilakukan di bulan Januari kemarin. Bagaimana nih Diaris, hal apa aja yang sudah dilakukan selama bulan Januari? Adakah resolusi 2024 yang telah berjalan?. Jujur, untuk tahun ini aku nggak punya resolusi apa-apa. Menjalani hidup sebagaimana mestinya, mengikuti alur yang ada, dan berusaha memanfaatkan sisa waktu yang kupunya dengan sebaik mungkin itu udah cukup untuk bekal tahun ini. Bukannya aku nggak punya keinginan, sebagai manusia normal pastinya punya banyak yang ingin dicapai, ingin ini, ingin itu, banyak sekali, tapi setelah begitu banyak hal yang aku alami beberapa tahun belakang ini, aku jadi berpikir hanya tentang hal baik apa yang harus aku lakukan hari ini, meski hanya sekadar bangun subuh, beres-beres rumah, siapkan sarapan untuk keluarga kecilku, merawat dan menemani anak mai

MENGASIHI: LIDAH PUTIH SAMPAI KENA BABY BLUES

Assalamu'alaykum Diaris. Entah apa yang terjadi pada diri ini. Setelah melahirkan, aku merasa seperti ada yang berubah pada diriku, aku menjadi sering overthinking, sering merasa khawatir, dan rasanya sulit mengendalikan emosi. Aku sempat baca di beberapa artikel kesehatan bahwa hal tersebut wajar terjadi pada seorang wanita pasca melahirkan karena adanya perubahan hormonal sehingga berpengaruh pada perubahan suasana hati, serta perasaan lelah dan tertekan. Sebenarnya hal tersebut bisa diatasi selama memiliki support system  yang baik, terutama dari orang-orang terdekat, seperti suami, orang tua, atau mertua sehingga segala hal yang mengarah pada yang namanya baby blues  bisa dihindari. Sebenarnya saat itu aku belum berdamai dengan sebuah kenyataan bahwa Mamaku pergi, kembali ke Sang Pencipta. Mama pergi dua minggu sebelum aku lahiran, sudah kuceritakan di diary sebelumnya. Hatiku masih terpuruk atas kepergiannya, tapi aku alihkan ketepurukanku pada sosok manusia mungil yang Alloh

MENGASIHI: Fototerapi Untuk Bayi Kuning

  Assalamu'alaykum  Diaris. Alhamdulillaah beberapa bulan yang lalu anakku baru saja lulus minum ASI (Air Susu Ibu) karena sudah berumur 24 bulan atau dua tahun. Sampai saat ini kadang aku masih nggak nyangka bisa memberikan ASI pada anakku sampai dua tahun penuh jika melihat fisik aku yang berbadan kurus dengan ukuran payudara yang minimalis tentunya. Aku mikir kayak gitu karena dulu aku mengira produksi ASI itu tergantung dari berat badan dan ukuran payudara, tapi setelah aku nonton beberapa konten-konten seputar laktasi di sosmed, kedua hal itu nggak ada hubungannya dengan produksi ASI karena setiap perempuan memiliki kelenjar susu dengan spesifikasi yang sama sehingga setiap perempuan yang telah melahirkan berpotensi bisa memroduksi ASI, sedangkan untuk besar kecilnya payudara itu ditentukan oleh seberapa banyak lemak yang terdapat di dalamnya. Kalau ada yang kurang tepat boleh dikoreksi ya. Aku lupa sumbernya ini dari konten yang mana, hehehe . Selain itu, aku juga sempat baca

Tempat Tinggal Ternyaman Setelah Menikah

Assalamu'alaykum  Diaris. Tempat tinggal adalah salah satu hal yang menurutku sangat penting untuk dibicarakan dengan calon pasangan sebelum menjalani rumah tangga. Saat memutuskan untuk menikah, bagiku hal terpenting yang perlu dipersiapkan itu bukanlah resepsi yang ingin begini-begitu, melainkan segala sesuatu pasca menikahnya, salah satunya yaitu ' kami akan tinggal dimana? '. Setelah proses lamaran aku dan suamiku (waktu itu masih calon suami) mulai membahas dan membuat perencanaan untuk menjalani kehidupan berumah tangga pasca menikah nanti. Hal pertama yang kami bahas adalah masalah tempat tinggal. Setelah menikah nanti aku dan suami sepakat untuk tinggal mandiri, artinya hanya ada aku dan suami di rumah kami nanti. Selain untuk melatih kemandirian, kami juga ingin memiliki privasi, ditambah lagi kami memiliki latar belakang sebagai perantau yang memang terbiasa tinggal jauh dari orang tua masing-masing. Eits, jangan dulu membayangkan merantau sampai nyebrang pulau ya

Cara Alloh Swt. Memberiku Jodoh Part 2

  Assalamu'alaykum Diaris. Ini adalah kelanjutan cerita tentang aku dan laki-laki yang kini jadi suamiku ya. Jadi, setelah aku tahu bahwa suamiku punya pacar, aku hanya melanjutkan hari-hariku seperti biasanya, tak ada yang berubah. Aku juga masih berkomunikasi dengannya seperti biasa, seperlunya, secukupnya, hanya jika ada keperluan saja, layaknya dua orang teman pada umumnya. Saat itu aku hanya fokus kerja, cari uang, nabung, niat hati sih ingin lanjut kuliah, tapi banyak pertimbangan, khususnya soal waktu. Aku berniat lanjut kuliah di kampus yang sama seperti dulu, tapi sayangnya nggak ada kelas karyawan yang bisa kuliah weekend , adanya kelas malam. Aku jadi nggak yakin bisa konsentrasi disisa-sisa tenagaku sepulang kerja. Akhirnya nabung tetap berjalan sambil mikir lanjut kuliah atau nggak. Tadi kan aku bilang untuk kuliah malam terasa berat, takut nggak bisa konsen, tapi kalau dipake buat nongkrong, nonton, jajan-jajan mah oke oke aja, tahu-tahu sudah hampir tengah malam. Per

Cara Mudah Ajak Anak Balita Sikat Gigi

  Assa l amuá l aykum Diaris… Sebagai manusia yang punya masalah dengan kesehatan gigi karena waktu kecil aku memang malas sikat gigi sebelum tidur, alhasil gigiku banyak yang berlubang dan harus ditambal, bahkan ada juga yang terpaksa dicabut karena tidak terselamatkan dari karies sehingga gigi tampak menghitam seluruhnya seperti membusuk. Aku tak ingin hal yang sama terjadi pada anakku, apalagi saat aku tahu giginya mulai tumbuh. Aku khawatir dan mulai berpikir bagaimana caranya agar gigi anakku aman, sehat, nggak berlubang, walaupun masih gigi susu. Nggak tega rasanya jika sampai dia merasakan sakit gigi seperti yang pernah kurasakan. Seorang anak ibarat kertas putih yang kita bebas untuk menuliskan apa saja di sana. Sebagai orang tua kita bertanggung jawab penuh atas dirinya. Baik buruknya seorang anak tergantung bagaimana orang tua mendidik dan mengasuhnya. Pun dengan kebiasaan yang dilakukan seorang tergantung dari contoh yang sering dia lihat, apalagi anak balita seumur anakku (