Assalamu'alaikum, Diaris.
"Wah, giginya bagus, bersih!"
Kalimat yang biasa kudengar ketika ada yang melihat gigi anakku. Aku sebagai ibunya lantas merasa bahagia mendengar itu. Bahkan, tak jarang ada rasa bangga dalam diri ini. Nggak apa-apa ya, sekali-kali aku berbangga diri atas pencapaian merawat gigi anakku.
Bagaimana pun juga, membuat gigi anak bersih dan utuh tanpa karies itu butuh perjuangan dan kerja keras orang tuanya, khususnya aku sebagai ibu yang membersamai anak selama 24 jam.
Setiap hari aku selalu berusaha membangun kebiasaan sikat gigi dua kali sehari pada anakku, pagi setelah sarapan, dan malam sebelum tidur. Kebiasaan ini kubangun sejak anakku berusia kurang lebih sembilan bulan, saat giginya mulai tumbuh. Jangan membayangkan diusia itu giginya sudah tumbuh semua ya. Wkwkw.
Diusianya yang masuk sembilan bulan, gigi seri bawah anakku sudah tumbuh dua biji. Gigi inilah yang pertama kali kurawat dengan sepenuh hati. Menggunakan sikat gigi jari berbahan silikon, aku rutin membersihkan dua gigi itu setiap dia selesai sarapan MPASI, dan sebelum tidur. Tak hanya dua gigi itu saja, melainkan gusinya pun aku bersihkan semua dari sisa-sisa makanan.
Pengalaman Buruk Ibu
Memang tak mudah. Anakku sering berontak, merasa nggak nyaman dengan kelakuan ibunya yang begitu semangat membersihkan area mulutnya. Bahkan, aku juga seringkali merasa malas melakukannya, apalagi harus berhadapan dengan tangisannya saat diajak sikat gigi. Aku juga sering berpikir, apakah aku berlebihan dengan menyikat gigi anakku yang baru muncul dua biji itu?.
Namun, selain untuk membersihkan sisa-sisa makanan di mulutnya, niat utamaku menyikat gigi anak sedini mungkin adalah untuk membangun sebuah kebiasaan baik sejak kecil. Harapanku adalah kelak anakku terbiasa dengan kebiasaan tersebut dan merasa tak nyaman ketika tidak melakukannya.
Aku hanya takut dia menjadi sepertiku yang baru sadar akan pentingnya menjaga kesehatan gigi itu ketika aku remaja, dimana gigiku sudah tersusun dengan tak rapinya, serta banyak lubang dimana-mana.
Sejak kecil, aku sangat jarang menyikat gigi sebelum tidur. Hasilnya, gigiku penuh karies, berlubang yang membuatku sering sakit gigi. Sementara itu, aku tinggal di sebuah perkampungan yang jauh dari fasilitas kesehatan dokter gigi.
Setiap kali sakit gigi, aku hanya bisa minum obat anti nyeri, atau berkumur dengan air garam sesuai saran Mamaku. Katanya, itu bisa meredakan rasa nyeri karena air garam berperan sebagai antiseptik. Walaupun kenyataannya rasa sakit gigiku tidak langsung hilang.
Ku pikir ini hanya mitos orang tua zaman dulu. Namun, setelah kucari di internet karena penasaran, aku menemukan jawaban dari laman Halodoc bahwa air garam bisa membantu meredakan sakit gigi. Air garam bekerja dengan cara mengubah kondisi mulut menjadi kering sehingga bakteri penyebab sakit gigi tidak tumbuh dan menetap dengan kondusif di sana.
Meski begitu, berkumur dengan air garam juga tidak seharusnya dilakukan secara berlebihan atau dalam jangka panjang. Sementara itu, dulu aku bisa dibilang cukup sering berkumur dengan air garam setiap kali sakit gigi. Seiring waktu, beberapa gigiku memang menjadi lebih mudah mengalami kerusakan.
Seharusnya, saat itu aku mendapatkan perawatan gigi, misalnya menambal gigi yang berlubang sebagai salah satu cara mengatasi masalahnya. Namun, waktu itu aku, bahkan kedua orang tuaku, juga belum begitu menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan gigi secara rutin.
Apalagi, di daerah tempat tinggalku saat itu belum ada fasilitas dokter gigi. Jadi, pengetahuan dan akses terhadap perawatan gigi pun masih sangat terbatas. Jadi, yang bisa kulakukan saat itu adalah dengan mulai merawat gigi, membiasakan sikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur, meskipun rasanya sudah terlambat.
Bahaya Membiarkan Karies Pada Gigi Susu Anak
Aku tak mau hal buruk terjadi pada gigi anakku. Aku tak mau anakku merasakan sakit gigi seperti yang pernah kualami. Makanya, aku berusaha membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi dengan sikat gigi dua kali sehari sejak dini.
Mengajak bayi usia sembilan bulan untuk sikat gigi memang nggak mudah dilakukan. Aku harus berhadapan dengan tangisannya, penolakannya, terkadang komentar orang lain juga ikut meramaikan. Tak sedikit orang menganggap karies pada gigi susu anak itu hal yang wajar. Toh, nanti juga ganti gigi yang baru. Begitu katanya.
Memang benar, gigi susu akan tanggal, lalu diganti dengan gigi tetap. Namun, selain tujuan awalku untuk membangun kebiasaan baik pada anak, aku hanya ingin berupaya untuk gigi anakku agar terhindar dari karies dan gigi berlubang. Ternyata, karies dan gigi berlubang pada gigi susu ini bisa berdampak buruk pada kesehatan anak.
Seperti yang pernah kubaca dalam sebuah artikel di website RS. Pondok Indah yang menjelaskan bahwa karies pada gigi susu anak bisa menyebabkan beberapa masalah, seperti sakit gigi yang dapat mengganggu aktivitas keseharian anak, mengganggu kemampuan mengunyah sehingga berdampak pada terganggunya tumbuh kembang anak karena kekurangan nutrisi, berisiko menyebarkan infeksi pada gusi, tulang rahang, hingga organ tubuh lainnya, serta menyebabkan masalah pada pertumbuhan gigi tetap.
Tantangan Membangun Kebiasaan Sikat Gigi Dua Kali Sehari Pada Anak
Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?. Aku pun memilih untuk mencegah karies pada gigi anak dengan berusaha membangun kebiasaan rajin sikat gigi dua kali sehari, meski itu tak mudah, daripada aku harus melihat anakku merasakan sakit gigi karena berlubang akibat karies.
Selama proses membangun kebiasaan ini, tak jarang anakku menangis, menolak karena merasa tak nyaman. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai merasa nyaman menjalani rutinitasnya sikat gigi, apalagi setelah dikenalkan dengan pasta gigi yang nyaman di mulut anakku. Hihihi.
Ketika gigi geraham anakku mulai tumbuh, aku mulai menyikat giginya menggunakan pasta gigi, setelah sebelumnya hanya menggunakan sikat gigi jari silikon tanpa pasta gigi.
Saat itu, aku memilih pasta gigi khusus bayi dan toddler dari Motherlove dengan rasa strawberry. Pasta gigi ini tidak mengandung SLS dan fluoride, dua kandungan yang saat itu memang menjadi pertimbanganku karena anak masih belajar berkumur, dan belum bisa meludah dengan baik.
Alhamdulillah, anakku menyukai pasta gigi ini. Mungkin karena rasa manis dari xylitol yang dipadukan dengan aroma strawberry, sehingga terasa lebih menyenangkan baginya. Sejak menggunakan pasta gigi ini, anakku tidak pernah menolak lagi ketika diajak menyikat gigi. Justru, kegiatan menyikat gigi yang awalnya perlu dibiasakan kini menjadi rutinitas yang selalu ia jalani dengan senang hati.
Berhubung sekarang anakku sudah memasuki usia anak-anak, bukan lagi bayi atau toddler, aku memutuskan untuk mengganti pasta giginya dengan pasta gigi yang sesuai dengan usianya.
Anakku juga sudah mulai bisa berkumur, walaupun memang belum sempurna. Jadi, kupikir tak apa jika mulai menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Bagaimanapun juga, fluoride memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan gigi, terutama dalam membantu mencegah gigi berlubang.
Pada dasarnya, sebagian besar pasta gigi mengandung fluoride, meskipun ada pula pasta gigi yang tidak mengandung fluoride. Beberapa produk yang ditujukan untuk bayi dan toddler, misalnya, tersedia dalam pilihan tanpa fluoride.
Seharusnya, aku tidak kesulitan mencari pasta gigi anak yang mengandung fluoride. Namun, ternyata menemukan pasta gigi yang sesuai dengan pertimbanganku tidak semudah yang kukira.
Namun, dikarenakan sebelumnya anakku pakai produk Motherlove, aku pun berpikir untuk menggunakan kembali produk dari brand yang sama.
Motherlove Kids Toothpaste
Jujur, aku baru tahu kalau Motherlove punya produk pasta gigi khusus anak-anak. Aku menemukan produk ini saat sedang mencari referensi pasta gigi anak di toko oren. Eh, ternyata produk Motherlove muncul di deretan paling atas hasil pencarian.
Ada nggak sih yang sama kayak aku?
Aku itu tipe emak-emak yang malas scroll atas-bawah di toko online hanya untuk mencari dan mengecek satu per satu produk yang ingin dibeli. Apalagi kalau pilihannya banyak. Bukannya makin yakin mau beli, malah bisa bikin pusing dan silau mata karena terlalu lama menatap layar gadget. Hihi.
Selain itu, menurutku aktivitas seperti ini juga cukup membuang-buang waktu. Tapi, bagaimanpun juga aku harus mengecek detail setiap produknya, apalagi ini untuk kebutuhan anak. Aku nggak mau kejadian salah beli pasta gigi yang membuat anakku nggak mau sikat gigi terulang kembali.
Berhubung sebelumnya anakku juga pakai pasta gigi bayi dari Motherlove, kupikir formulanya akan sama. Tekstur, aroma, dan rasanya nggak jauh beda, lah.
Dengan penuh keyakinan, aku pun checkout pasta gigi anak Motherlove ini di harga Rp. 60 ribuan aja. Untuk harganya ini bisa berubah-ubah tergantung diskon yang berlaku hari itu. Tapi, menurutku harganya memang lebih murah, jika dibandingkan dengan pasta gigi untuk bayi dan toddler.
Aku checkout via toko oren dari official store-nya supaya terjamin keasliannya. Hihi.
Review Motherlove Kids Toothpaste
Kemasan, Isi,Tekstur, Warna, dan Aroma
Seperti pasta gigi pada umumnya, Motherlove Kids Toothpaste ini dikemas dalam botol tube dengan tutup fliptop untuk memudahkan saat mengaplikasikannya. Isinya 50 gram. Terdiri dari dua varian rasa, jeruk dan strawberry. Aku pilih varian strawberry, sama seperti varian rasa pada pasta gigi bayi yang biasa digunakan anakku.
Adapun tekstur dari Motherlove Kids Toothpaste ini seperti gel, lembut, dan bening atau tanpa warna. Sedangkan untuk aromanya sesuai dengan varian rasanya, yaitu strawberry. Ada sensasi rasa manis dalam pasta gigi ini. Sama seperti pasta gigi pada umumnya.
Kandungan
Dalam setiap 50 gram, Motherlove Kids Toothpaste mengandung fluoride 1000ppm+, dikombinasikan dengan Hidroksiapatit (HAP) yang mampu menguatkan gigi dari luar dan dalam, serta optimal dalam mencegah karies.
Motherlove Kids Toothpaste ini tidak mengandung SLS, tidak berbusa saat digunakan, dan tanpa pemanis buatan. Rasa manis yang ada merupakan rasa manis alami dari xylitol yang berfungsi melindungi gigi anak dari karies dan plak. Kandungan dalam Motherlove Kids Toothpaste ini sudah food grade sehingga aman jika tak sengaja tertelan. Selama tidak dalam jumlah banyak. Hihi.
Bahan-bahan aktif yang terkandung dalam Motherlove Kids Toothpaste di sudah bersertifikasi organik, terdaftar di BPOM, serta bersertifikat halal.
Cara Pakai Motherlove Kids Toothpaste
Supaya gigi anak selalu sehat, terhindar dari karies dan gigi berlubang, gunakan Motherlove Kids Toothpaste secara rutin, dua kali sehari, pagi sebelum sarapan dan malam sebelum tidur, dengan cara oleskan pasta gigi kurang lebih sebesar biji jagung pada permukaan sikat gigi. Lakukan sikat gigi selama kurang lebih 2-3 menit.
Seperti itulah pengalamanku membangun kebiasaan sikat gigi pada anakku bersama Motherlove Kids Toothpaste. Yuk, kita sama-sama mengajarkan anak untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Sebab, sakit gigi itu nggak enak loh.
Jangan lupa pilih pasta gigi yang aman dan nyaman untuk si kecil. Sebab, hal ini merupakan salah satu langkah awal membangun kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari.
Terima kasih sudah membaca diaryku dari awal sampai akhir.
Sumber:
https://www.rspondokindah.co.id/id/news/dampak-karies-gigi-pada-anak-pencegahan
https://www.alodokter.com/fluoride-ketahui-manfaat-dan-cara-mendapatkannya
Halodoc
Komentar
Posting Komentar