Langsung ke konten utama

REKOMENDASI PASTA GIGI ANAK YANG AMAN MESKI TAK SENGAJA TERTELAN

 Assalamu'alaykum Diaris.

"Buat anak kok coba-coba.." Diaris ada yang tahu ngga sama kalimat itu, itu loh kalimat yang ada di dialog salah satu iklan minyak telon, apa minyak kayu putih gitu zaman dulu. Mengingat kalimat itu aku merasa diceramahi karena baru saja coba-coba produk pasta gigi anak yang nyaris bikin anakku nggak mau sikat gigi, padahal perjalananku agar anak mau sikat gigi tuh cukup panjang loh, hahaha.

Sejak anakku tumbuh gigi diumur delapan bulan, kalau nggak salah, aku sudah merutinkannya sikat gigi pagi dan sebelum tidur walau saat itu giginya baru tumbuh 2 buah gigi seri bawah. Mulai dari menggunakan sikat gigi jari tanpa pasta gigi, lalu seiring bertambahnya jumlah gigi yang tumbuh, mulailah kukenalkan pasta gigi, masih dengan menggunakan sikat gigi jari. 

Gigi anakku semakin banyak, nyaris lengkap, aku mengganti sikat gigi jari dengan sikat gigi batang berbulu lembut. Awalnya sih dia merasa aneh, tapi perlahan-lahan mulai terbiasa, hingga sekarang umur anakku menginjak dua tahun, alhamdulillaah dia masih istiqomah menyikat gigi pagi dan sebelum tidur. Nah kemarin aku hampir saja merusak keistiqomahannya hanya karena ingin mencoba mengenalkan padanya pasta gigi lain selain pasta gigi yang biasa digunakan.

Pasta Gigi Anak Yang Aman Meski Tertelan

Waktu awal memutuskan pakai pasta gigi, aku sok sibuk mencari referensi pasta gigi yang baik untuk anakku. Pernah lihat di salah satu akun sosmed seorang dokter gigi anak menyarankan agar menggunakan pasta gigi berfluoride sejak anak mulai tumbuh gigi. Fluoride adalah mineral yang secara alami terdapat di dalam air putih, dan sering juga ditambahkan dalam pasta gigi dan obat kumur. Zat ini dapat melindungi gigi dari kerusakan dan mencegah gigi berlubang. Adapun beberapa manfaat fluoride untuk gigi yang dikutip dari laman Alodokter adalah sebagai berikut:

  • Mencegah pertumbuhan bakteri mulut yang berbahaya.
  • Memperlambat hilangnya mineral dari lapisan terluar gigi.
  • Membangun kembali lapisan terluar gigi yang melemah.
  • Menghentikan tanda awal kerusakan gigi.

Disamping ada manfaat, biasanya ada efek samping juga. Anakku yang katakanlah masih bayi, umurnya belum genap satu tahun waktu itu, tentunya belum bisa kumur dan pasta gigi kemungkinan tertelan. Bahaya ga tuh kalau tertelan?. Aku gugling lagi cari info tentang efek samping pasta gigi yang tertelan oleh bayi seumuran anakku, khususnya pasta gigi yang berfluoride. Dari beberapa artikel kesehatan aku menemukan beberapa efek samping fluoride jika tertelan, diantaranya:

  •  Menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh,
  • Menyebabkan munculnya bintik kuning pada gigi,
  • Mengalami kelainan tulang dan gigi,
  • Terganggunya metabolisme gula darah,
  • Keracunan,
  • Masalah pencernaa,
  • Gangguan ginjal, dan
  • Fluorosis rangka.

Lumayan mengerikan juga ya. Memang sih penggunaan pasta gigi ada aturannya, baik untuk bayi, anak-anak, maupun dewasa. Katakanlah untuk bayi dibawah satu tahun hanya menggunakan pasta gigi dengan ukuran yang sangat kecil, tapi kalau sehari saja dua kali sikat gigi dan kemungkinan besar tertelan, sedikit-sedikit kan lama-lama jadi bukit tuh fluoride numpuk dalam tubuh anak. Dalam beberapa artikel kesehatan tersebut juga menganjurkan agar orang tua berupaya untuk mencegah pasta gigi tertelan oleh anak, entah dengan cara membersihkan mulutnya dengan lap/kassa bersih pasca sikat gigi yang kemungkinan pasta gigi akan lebih dulu tertelan sebelum dibersihkan, kalah gercep, hehehe, atau mengajarkannya berkumur yang pasti itu bukanlah proses yang mudah.

Tanpa disuruh aku pasti mengajarkan anakku bagaimana cara berkumur, tapi pliss kasih aku waktu ya karena itu bukan hal mudah, butuh waktu, hahaha. Oh iya selain fluoride, ada lagi zat kimia yang menurutku menjadi perhatian yaitu SLS (Sodium Lauryl Sulfat), zat ini sering terdapat di produk-produk pembersih biasanya, seperti sabun, shampoo, pasta gigi juga, coba deh Diaris cek komposisi di pasta gigi atau produk-produk yang mengandung busa karena zat kimia ini merupakan zat yang berfungsi menciptakan banyak busa sebagai pembersih kotoran. Pada pasta gigi sendiri zat ini berfungsi sebagai peluruh kotoran dan plak pada gigi.

SLS biasa dikenal dengan detergent yang dibuat dari minyak bumi dan tanaman, seperti kelapa dan minyak sawit. Meskipun berasal dari bahan alami, tapi tidak menutup kemungkinan adanya efek samping dari senyawa ini. Nah bagaimana jika SLS yang terdapat pada pasta gigi tak sengaja tertelan, aman atau tidak?.

Dikutip dari laman Hellosehat, disamping dapat membersihkan kotoran pada gigi, SLS ini ternyata memiliki beberapa efek negatif, seperti menghambat fungsi mineral fluoride untuk mencegah gigi berlubang, menyebabkan risiko iritasi pada jaringan lunak dalam rongga mulut, menyebabkan sariawan berulang, dan yang lebih mengerikan adalah jika SLS tertelan dapat bertahan dalam tubuh hingga lima hari dan bisa terus menumpuk dalam jantung, hati, paru-paru, dan otak seiring semakin seringnya menggosok gigi. Duh jangan sampai tertelan ya, apalagi bayi dan anak-anak yang belum bisa berkumur rentan sekali menelan SLS saat sikat gigi.

Oke baik daripada ragu akan diri ini atas kemampuan membersihkan sisa pasta gigi di mulut anakku pasca sikat gigi, lebih baik aku pilih pasta gigi yang aman dan minim risiko untuk anakku, ya yang aman jika tertelan, salah satunya adalah pasta gigi anak dari Motherlove.

Baca jugaCARA MUDAH AJAK ANAK BALITA SIKAT GIGI

Kenapa Pilih Pasta Gigi Anak Motherlove?

Lagi-lagi korban iklan. Saking seringnya gugling pasta gigi anak, alhasil di akun sosmedku berseliweran iklan pasta gigi anak, salah satunya Motherlove ini. Motherlove merupakan sebuah brand yang memroduksi produk-produk perawatan tubuh. Jika diperhatikan produk-produk tersebut lebih direkomendasikan untuk ibu, khususnya bumil dan busui, serta anak-anak. Sesuai dengan nama brandnya, Motherlove ingin mencerminkan kehangatan dan kasih sayang ibu dalam memberikan rasa nyaman dan senantiasa menjaga tumbuh kembang sang buat hati.

Umumnya setiap ibu pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Motherlove ini seolah mewakili perasaan setiap ibu dengan melahirkan produk-produk menggunakan bahan-bahan alami dan organik pilihan yang teruji secara klinis, dengan selalu mengedepankan aspek safety, sensory, dan sustainabillity. Adapun produk-produk dari Motherlove yaitu:

  • Nurturing comfort gel; produk ini dipakai untuk mengatasi keluhan nyeri punggung, pegal-pegal pada bumil.
  • Toothpaste baby and toddler; tiada lain adalah pasta gigi untuk anak dan bayi.
  • Toothpaste mom; produk pasta gigi yang cocok untuk bumil dan busui.
  • Hair and scalp serum spray; produk untuk merawat kulit kepala dan rambut bayi.
  • Hand Sanitizer; produk untuk membersihkan tangan.
  • Calming cream; produk ini bisa juga disebut sebagi baby cream, cocok untuk kulit bayi yang sensitif.

Lumayan banyak juga ya ternyata, tapi yang akan aku bahas disini adalah produk pasta gigi anak yang sampai saat ini masih menjadi pasta gigi favorit anakku.

Pasta gigi anak Motherlove memiliki dua varian rasa, vanila dan strawberry. Pasta gigi anak Motherlove tidak mengandung fluoride dan SLS atau detergent. Lah terus bisa bersihkan kotoran di gigi nggak tuh?. Tentu bisa dong, namanya pasta gigi ya fungsinya untuk membersihkan gigi dari kotoran dan plak. Meski tak mengandung fluoride dan SLS yang dipercaya untuk membersihkan kotoran dan plak pada gigi, pasta gigi anak Motherlove ini mengandung tiga bahan aktif yang efektif menjaga kesehatan gigi bayi dan anak-anak, diantaranya:

  • Hydroxyapatite; berfungsi memperkuat enamel gigi dan membantu pertumbuban gigi yang optimal.
  • Xylitol; berfungsi melindungi gigi dari karies dan plak.
  • Aloe vera organik; berfungsi menjaga kesehatan gusi dan membantu menenangkan gusi saat gigi baru tumbuh.

Ketiga bahan aktif tersebut In Sha Alloh aman jika tak sengaja tertelan oleh bayi dan anak-anak pada saat sikat gigi.

Selain tidak mengandung fluoride dan SLS/detergent, pasta gigi anak Motherlove ini memiliki keunggulan lain, seperti tidak mengandung pewarna, dan tidak ada tambahan gula di dalamnya. Pasta gigi Motherlove ini sudah teregistrasi di BPOM, mendapat sertifikat halal dari MUI, serta cruelty free yang artinya tidak melibatkan hewan sebagai bahan percobaan dalam proses produksinya.

Kemasan, Warna, Tekstur, Aroma, dan Rasa

Selain memiliki dua varian rasa, vanila dan strawberry, kebetulan anakku lebih suka varian strawberry, pasta gigi anak Motherlove juga memiliki dua jenis ukuran, kemasan yang berisi 50 gram dan 7 gram. Anakku pakai varian rasa strawberry yang isi 50 gram. Kemasannya berupa botol tube, seperti kemasan pasta gigi pada umumnya, botolnya berwarna pink dipadupadankan dengan warna hijau botol pada tulisannya, tutupnya berbentuk fliptop berwana putih, di bagian depannya terdapat gambar binatang panda yang sedang menyikat sebuah gigi yang memakai topi strawberry, gemes banget deh. Setiap kemasan baru pasta gigi anak Motherlove ini terdapat plastik alumunium yang menutupi lubang botol tube, sehingga isinya dipastikan aman ya, In Sha Alloh.

Pasta gigi anak Motherlove ini berwarna putih pudar transparan, tapi nggak bening banget kayak air ya, dengan tekstur seperti gel yang sedikit padat. Berhubung anakku pakai pasta gigi Motherlove varian rasa strawberry, maka aromanya pun wangi strawberry yang soft, tak begitu menyengat. Sebelum kuberikan pada anakku, aku iseng mencicipi sedikit pasta gigi anak Motherlove rasa strawberry ini dan rasanya sedikit manis dengan tekstur yang lembut di lidah, cocoklah untuk batita yang baru belajar sikat gigi.

Cara Penggunaan

Penggunaanya sih sama aja seperti pasta gigi pada umumnya ya. Dibuka tutupnya, keluarkan isinya, oleskan dipermukaan sikat gigi, lalu gosokkan deh di gigi dan gusi anak. Usahakan gosok gigi selama kurang lebih dua atau tiga menit dengan gerakan memutar dan lakukan setiap selesai makan untuk memeroleh hasil yang baik. Kalau aku biasanya sih menyikat gigi anak dua kali sehari, pagi dan sebelum tidur. Kalau setiap selesai makan, ngeri anaknya risih, hehehe.

Seperti yang dijelaskan di atas bahwa pasta gigi anak Motherlove ini tidak mengandung detergent sehingga tidak menghasilkan busa saat menyikat gigi. Ada sih, tapi dikit banget, hampir nggak ada.

Harga dan Cara Membeli

Pasta gigi anak Motherlove untuk kemasan 50 gram yang biasa aku beli dibandrol dengan harga Rp.99.000,-. Harganya lumayan mahal sih dengan ukuran segitu, tapi kalau ingat komposisi dan keamanannya menurutku ini worth it, apalagi anakku udah ngerasa nyaman sikat gigi pakai pasta gigi Motherlove rasa strawberry. Lumayan untuk membiasakan anak mau sikat gigi sambil melatih kumur, hahaha. Untukku pribadi pasta gigi anak Motherlove kemasan 50 gram ini cukup untuk kurang lebih 8 bulan pemakaian.

Pasta gigi anak Motherlove ini aku beli di toko online, toko oren dengan harga yang sering diskon loh. Dulu di toko oren ada officialstorenya, tapi entahlah sekarang kemana, katanya sih lagi off dulu untuk marketplace yang bersangkutan. Oh iya di Alfagift juga ada loh, aku dapat info ini dari akun instagramnya. Coba aja search di instagram @motherlove untuk informasi lebih lanjut.

Oke Diaris mau coba pakai pasta gigi anak Motherlove ga nih untuk anak-anaknya, khususnya sih yang lagi belajar sikat gigi dan belum bisa kumur, recomended banget, tapi untuk anak-anak yang udah bisa kumur aku sarankan untuk pakai pasta gigi berfluoride ya sesuai anjuran dokter gigi. Sekian dulu riview kali ini, semoga bermanfaat. See you.


Referensi:

https://www.alodokter.com/pentingnya-fluoride-treatment-pada-gigi-anak-untuk-mencegah-gigi-berlubang

https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-anak/bahaya-anak-menelan-pasta-gigi-keracunan-hingga-risiko-kanker-tulang

https://hellosehat.com/gigi-mulut/perawatan-oral/bahaya-menelan-pasta-gigi/

https://motherlove.id/


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awal Mula Terkena Eye Floaters

  Eye Floaters Itu Apa Sih? Assa lamu├ílaykum , Diaris. Alhamdulillah aku udah nulis lagi sekarang. Mudah-mudahan bisa istiqomah  seperti janjiku dari dulu. Beberapa bulan lalu aku sempat vakum nulis di Blog. Bukan karena malas atau kena writer’s block, tetapi ada sedikit masalah dengan kesehatan mataku, ditambah lagi aktivitas sehari-hariku sebagai ibu rumah tangga yang cukup padat, anakku lagi fase aktif-aktifnya, serba ingin eksplor sana-sini. Sok sibuk banget deh aku pokoknya. Hehehe. Bicara tentang kesehatan mata yang menjadi alasanku vakum nulis di Blog. Aku lupa persisnya. Kalau nggak salah sekitar Bulan Juli 2022. Awalnya aku merasakan ada yang aneh dengan mataku yang sebelah kiri. Setelah kucari tahu dari berbagai sumber ternyata mataku yang sebelah kiri menderita Eye Floaters . Berdasarkan informasi yang kudapat dari laman alodokter, floaters adalah bayangan berbentuk bintik atau garis yang tampak mengambang atau melayang-layang pada penglihatan. Floaters sering terjadi dan um

Pengalaman lahiran normal anak pertama di Rumah Sakit

  Assa lamu’alaikum… Dear diary. Kali ini aku hanya ingin berbagi cerita tentang pengalaman melahirkan anak pertama di rumah sakit dengan harapan ada manfaat yang bisa diambil dari pengalaman pertamaku ini. Kenapa Rumah Sakit? Sebelum memilih rumah sakit, aku mengunjungi bidan terlebih dahulu untuk memastikan di dalam rahimku ada calon bayi setelah kuyakin dengan benar test pack  yang kupakai bergaris dua, tapi di sana aku tidak mendapatkan apa-apa selain hasil tensi darah bahkan bu bidan tak menyentuh perutku sama sekali karena alasan usia kandunganku terbilang masih sangat muda, “belum kepegang” begitu katanya. Dia juga bilang bisa saja aku menstruasi lagi dan menyarankan untuk berkunjung lagi bulan depan. Kondisiku makin hari makin nggak karuan. Aku mulai merasakan pusing, mual, muntah hingga badan terasa lemas. Tak tahan rasanya jika harus menunggu hingga bulan depan. Kuputuskan untuk periksa ke dokter saja sekalian USG dan siapa tahu dikasih vitamin atau obat pereda rasa mual. Seb

SKINCARE-AN ALA BUMIL DENGAN SCARLETT WHITENING : RIVIEW BRIGHTENING FACIAL WASH DAN BRIGHTLY EVER AFTER SERUM

  Assa lamu├ílaikum …. Ku l it kering, muncu l keriput Dear diary, alhamdulillah kehamilanku sudah masuk trimester tiga dan rasanya keinginan untuk merawat kulit wajah kembali menyapa. Semenjak hamil aku memang kurang memerhatikan kondisi kulit wajahku terutama di trimester pertama karena teralihkan oleh kondisi morning sickness yang cukup parah waktu itu. Boro-boro peduli penampilan, udah bisa makan pun bersyukur banget. Sebenarnya keinginan untuk kembali merawat kulit wajah sudah sejak kandungan masuk trimester dua, tapi rasa takut dengan kemanan skincare lebih mendominasi, takut membahayakan janin sehingga lebih memilih untuk membiarkan kulit wajah menjadi agak kering, tapi yang paling mengganggu adalah munculnya garis-garis halus sekitar mata yang mirip seperti keriput. Oh noooo !!! rasanya aku tak terima melihat ada keriput di sekitar mata, aku belum tua, hehehe. Aku pernah baca di situs Alodokter.com tentang penyebab munculnya garis-garis halus sekitar mata yang salah satunya adal