Langsung ke konten utama

Pengalaman Belanja di Klik Indomaret: Produk Expired dan Solusinya


Assalamu'alaikum
Diaris.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya di hari sabtu. Aku belanja mingguan kebutuhan dapur, mulai dari beras, minyak goreng, sabun, dan lain sebagainya. Aku memang lebih suka belanja kebutuhan dapur dalam periode mingguan. Di rumah, aku nggak punya tempat yang luas untuk menyimpan banyak stok kebutuhan dapur. Jadi, aku hanya membeli secukupnya aja, kira-kira untuk seminggu.

Ribet nggak sih, belanja kebutuhan dapur kayak gitu seminggu sekali?. Bagiku si penikmat belanja daring sih, nggak ya. Di zaman serba digital kayak sekarang, belanja bisa dilakukan sambil rebahan, atau bisa juga disela-sela mengerjakan pekerjaan rumah. Cukup ambil ponsel, buka aplikasi belanja daring, gulir-gulir atas-bawah, kanan-kiri, checkout, lalu bayar. Terakhir, tinggal tunggu Mas Kurir antar pesanan ke rumah.

Seperti itulah caraku belanja kebutuhan dapur secara daring di hari sabtu itu. Aplikasi belanja daring yang aku pakai biasanya Alfagift atau Klik Indomaret, tapi lebih sering Alfagift. Selain menurutku harganya lebih murah, Alfagift juga memfasilitasi free ongkir tanpa minimum pembelian.


Namun, hari sabtu itu, beras di rumah sudah habis, sedangkan stok beras di aplikasi Alfagift yang biasa kubeli, nggak tersedia. Melipirlah aku ke aplikasi Klik Indomaret. Di sana tersedia banyak varian beras dari berbagai merek. So kuputuskan untuk belanja di sana aja, biar sekalian.

Mulailah aku gulir-gulir, memilih produk apa saja yang akan kubeli, mulai dari beras, minyak goreng, macam-macam sabun, hingga skincare pun aku beli di sana. Untungnya, aku pakai skincare dengan merek yang mudah didapatkan dimana aja. Apa lagi kalau bukan Wardah. Memang sih, nggak semua rangkaian skincare yang kupakai bisa dibeli di aplikasi Klik Indomaret, tapi setidaknya untuk facial foam yang kucari hari itu tersedia di sana.

Setelah berhasil menyelesaikan transaksi, kurang lebih satu jam, sesuai dengan waktu yang kupilih di aplikasi, admin Klik Indomaret yang bersangkutan menghubungiku via whatsapp, menginfokan seperti biasanya bahwa pesanan akan segera di kirim. Selang beberapa menit, pesananku pun tiba.

Aku membuka kardusnya, lalu mengeluarkan semua belanjaanku itu untuk dirapikan. Tak lupa juga aku menmeriksa kelengkapannya. Terkadanga ada satu barang yang kurang. Hal ini biasa terjadi, baik saat belanja pakai Alfagift, maupun Klik Indomaret. Situasi seperti itu bisa diatasi dengan segera konfirmasi ke nomor adminnya, atau bisa juga konfirmasi dengan mengirim pesan via aplikasinya.

Alhamdulillah, pesananku hari itu lengkap. Hanya saja aku salah fokus dengan facial foamnya. Kemasannya tampak kotor, berdebu cukup tebal. Awalnya, kukira mungkin karena saat di toko disimpan di rak paling bawah, sehingga lebih banyak terkena debu. Namun, seperti biasa, aku selalu memeriksa tanggal expired setiap produk yang kubeli, dan ternyata produk facial foam yang dikirim sudah expired dari tiga bulan yang lalu.

Seperti biasa, setiap ada kendala, aku segera menghubungi nomor kontak admin Klik Indomaret yang tadi menghubungiku saat pesanan akan diantar. Aku mengirim pesan untuk membuat pengaduan. Namun, nggak ada respon. Suamiku mencoba untuk menghubunginya via telepon. Alhamdulillah, teleponnya dijawab, tapi belum ada penyelesaiannya karena Mas Admin harus mengonfirmasi pihak tokonya terlebih dahulu. Mas Admin memintaku untuk menghubungi nomor kurir yang mengirimkan pesananku tadi.

Sesuai dengan apa yang diarahkan Mas Admin, aku pun mengirim pesan via whatsapp ke nomor yang dikirimkan oleh Mas Admin tersebut, dan hasilnya belum ada jawaban juga hingga malam pun tiba.

Besoknya, hari minggu itu, aku cek whatsapp berharap ada pesan masuk dari pihak Klik Indomaret yang bersangkutan sebagai kelanjutan dari pengaduanku kemarin. Sayangnya, nggak ada. Aku coba kirim pesan lagi, menanyakan kelanjutannya bagaimana, tapi hingga tengah hari bolong pun tetap nggak ada respon, baik dari nomor Mas Admin, maupun dari nomor Mas Kurir.

Jika sampai nanti malam belum ada jawaban juga, aku berniat membuat pengaduan langsung ke nomor narahubung Indomaret pusatnya. Aku khawatir jika produk expired ini nggak bisa ditukar lagi. Aku sempat baca bahwa penukaran produk untuk produk rusak, expired seperti yang kualami ini bisa dilakukan selama tiga hari sejak pembelian. Memang sih, harganya nggak semahal harga beras (hihihi), tapi ini menyangkut kepercayaan pelanggan.

Berhubung sampai sore belum ada jawaban, aku coba menelepon nomor Mas Admin lagi. Alhamdulillah dijawab, meski jawabannya adalah aku harus menghubungi nomor Mas Kurir yang dari kemarin nggak merespon sama sekali. Agak pusing juga sih, entah seperti apa alur bisnis Klik Indomaret yang bersangkutan, sampai Mas Admin, Mas Kurir, dan pihak toko tuh rasanya begitu sulit terkoneksi.

Akhirnya, Mas Admin ini memintaku untuk mengirim ulang pesan perihal pengaduan kemarin padanya untuk disampaikan kepada pihak tokonya. Oke, aku ikuti arahannya, aku kirim ulang pesan pengaduanku padanya.

Beberapa menit kemudian, aku mendapatkan pesan whatsapp dari nomor tak dikenal yang kurasa itu nomor kontak salah satu pihak toko. Pesan itu berisi permintaan maaf, sekaligus tawaran penukaran produk expired dengan produk lainnya.

Aku pun meminta agar produk expired yang dikirim padaku, ditukar dengan produk dengan merek dan ukuran yang sama, dan tentu masih layak digunakan. Kemudian aku diminta untuk mengirimkan alamat rumah secara lengkap untuk proses pengiriman, dan memang nggak lama kemudian facial foam baru yang kuminta pun tiba di rumah.

Kebetulan sore itu yang melakukan proses penukaran produk adalah suamiku. Menurut suamiku, sepertinya yang mengantarkan facial foam itu bukan kurir Klik Indomaret yang bersangkutan. Jika dilihat dari namtag yang tertera di seragamnya, sepertinya dia merupakan kepala toko, leader store, atau apalah itu disebutnya. Intinya, dia merupakan penanggungjawab untuk Klik Indomaret yang bersangkutan. Dia juga meminta maaf atas kelalaian stafnya.

Alhamdulillah, akhirnya drama facial foam hari itu telah berakhir. Sebenarnya aku sedikit ragu untuk menuliskan cerita ini karena takut dianggap menjelekkan pihak Indomaret.

Namun, aku menulis cerita ini, selain untuk berbagi pengalaman yang sedikit meresahkan selama belanja daring, melalui cerita ini aku berharap agar kita sebagai konsumen selalu memeriksa dengan teliti produk yang akan kita beli saat berbelanja.

Jangan lupa untuk memeriksa kelayakkan produk sebelum membelinya. Ngeri kali sampai pakai produk expired. Apalagi kalau belanja langsung ke tokonya, kalau nggak teliti dengan nggak memeriksa kelayakkan produk, lalu berhasil bertransaksi. Ada kemungkinan barang nggak bisa ditukar lagi, seperti yang sering tertera distruk pembayaran bahwa barang yang telah dibeli tidak dapat ditukar kembali, walaupun seharusnya untuk barang rusak bisa ditukar ya.

Tak hanya konsumen, pihak toko juga sangat perlu untuk teliti saat melakukan stock opname produk-produk yang dijual, agar produk expired nggak nangkring terus di atas rak (hihihi), sehingga bisa masuk kedalam keranjang konsumen. Pihak toko maupun konsumen sama-sama manusia yang pasti ada salahnya. 

Dari pengalaman ini, aku yang nggak sabaran ini jadi belajar untuk lebih sabar menunggu jawaban (hehehe). Nggak tahu kan ya, seperti apa situasi dan kondisi yang terjadi di toko sejak aku membuat pengaduan produk expired. Namun, yang pasti aku sangat mengapresiasi pelayanan dari pihak Indomaret yang bersangkutan yang telah merespon pengaduan yang kubuat, serta bersedia mengirimkan produk penggantinya ke rumah.

Begitulah cerita belanja daring hari itu. Btw Diaris pernah punya pengalaman meresahkan apa nih, selama belanja daring?. Boleh cerita dikolom komentar.

Aku berharap pengalaman yang kuceritakan di diary kali ini bisa memberi manfaat untuk Diaris yang telah membaca dari awal sampai akhir.

Terima kasih sudah membaca diaryku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman lahiran normal anak pertama di Rumah Sakit

  Assa lamu’alaikum… Dear diary. Kali ini aku hanya ingin berbagi cerita tentang pengalaman melahirkan anak pertama di rumah sakit dengan harapan ada manfaat yang bisa diambil dari pengalaman pertamaku ini. Kenapa Rumah Sakit? Sebelum memilih rumah sakit, aku mengunjungi bidan terlebih dahulu untuk memastikan di dalam rahimku ada calon bayi setelah kuyakin dengan benar test pack  yang kupakai bergaris dua, tapi di sana aku tidak mendapatkan apa-apa selain hasil tensi darah bahkan bu bidan tak menyentuh perutku sama sekali karena alasan usia kandunganku terbilang masih sangat muda, “belum kepegang” begitu katanya. Dia juga bilang bisa saja aku menstruasi lagi dan menyarankan untuk berkunjung lagi bulan depan. Kondisiku makin hari makin nggak karuan. Aku mulai merasakan pusing, mual, muntah hingga badan terasa lemas. Tak tahan rasanya jika harus menunggu hingga bulan depan. Kuputuskan untuk periksa ke dokter saja sekalian USG dan siapa tahu dikasih vitamin atau obat pereda rasa ...

Muntah darah saat hamil trimester pertama, mungkin ini penyebabnya...

Assalamu’alaikum…. Muntah darah. Kok ngeri ya judulnya berdarah-darah. Jadi, ini adalah pengalaman pertamaku menjalani kehamilan. Seperti wanita-wanita hamil pada umumnya yang mengalami morning sickness yaitu suatu kondisi dimana wanita hamil merasa mual dan muntah pada trimester pertama. Memang tidak semua wanita hamil mengalaminya, tapi morning sickness wajar dirasakan oleh wanita hamil karena adanya peningkatan hormon beta HCG . Berdasarkan informasi yang didapat dari Halodoc.com, kondisi tersebut dikatakan normal dan pertanda baik karena mengindikasikan adanya plasenta yang tumbuh dengan baik dan normal.  Meski begitu, morning sickness bisa saja mengganggu aktivitas sehari-hari bahkan dapat membahayakan jika mual dan muntah dirasa berlebihan, seperti yang pernah kualami di trimester pertama. Jika dilihat dari kalimatnya, morning sickness harusnya terjadi pada pagi hari. Namun, kenyataannya dapat dirasakan dalam beragam waktu, entah itu pagi, siang, sore atau malam. Aku...

Transportasi Alternatif : Rute dan Tarif Angkot Bogor-Sukabumi

Assalamu’alaikum… Mudik atau pulang ke kampung halaman sudah menjadi tradisi bagi mereka yang merantau. Libur sekolah dan libur hari raya selalu menjadi target untuk mudik, sebuah momentum melepas rindu dengan keluarga di kampung halaman yang memang begitu jarang dilakukan, maka jangan heran jika di dua waktu tersebut jalanan macet. Namun, sepertinya tak berlaku untuk daerah ibu kota dan sekitarnya karena baik di hari libur atau bukan, jalanan tetap padat. Setiap momentum mudik tiba, bukan hanya jalanan yang padat, tapi akses untuk mendapatkan alat transportasi pun tak mudah kecuali mereka yang memiliki kendaraan pribadi dengan kampung halaman masih dalam satu pulau yang sama. Alat transportasi umum yang biasanya digunakan oleh para pemudik diantaranya, pesawat, bus, kereta api, kapal laut, atau travel agent yang mana pemudik harus membeli tiket terlebih dahulu agar dapat menggunakan fasilitas dari alat trasnportasi umum yang diinginkan. Para pemudik biasanya berlomba-lomba memb...