Langsung ke konten utama

Review Salep Salwa : Cara Ampuh Atasi Hemoroid Tanpa Minum Obat

 Assalamu’alaikum….

Halo diaris! Hmmm… sebenarnya aku agak malu untuk menulis diary kali ini karena topiknya agak sedikit jorok, tetapi berhubung niatku ingin memberikan informasi bagi teman-teman yang mungkin membutuhkan, jadi tak apa kutulis. Dan diary kali ini kutulis dilatar belakangi dengan betapa kesulitannya aku mencari informasi mengenai masalah kesehatanku pasca melahirkan pervaginam (normal).

Sebelum menikah dan melahirkan, aku pernah mendengar cerita seorang teman yang harus melahirkan secara caesar untuk anak keduanya karena ia memiliki hemoroid (wasir) pasca melahirkan anak pertamanya secara pervaginam karena terlalu asyik mengejan. Ngeri juga ya, pikirku. Selama hamil aku juga sempat kepikiran akan hal itu apalagi aku yang sejak dulu punya kebiasaan sembelit sampai harus kehilangan usus buntu, masa iya hemoroid juga, huhuhu. Namun, apa yang terjadi? Kun fayakun, aku pun mengalaminya pasca melahirkan pervaginam. Oh iya, sebelum lanjut, aku mau ulas sedikit tentang hemoroid ya.

Hemoroid atau wasir atau bisa juga disebut ambeien adalah pembengkakan atau pembesaran dari pembuluh darah di usus besar bagian akhir (rektum), serta dubur atau anus (sumber : www.alodokter.com).

Penyebab hemoroid ini sebenarnya banyak ya dears, diantaranya sembelit dan diare berkepanjangan, obesitas, adanya riwayat hemoroid sebelumnya, sering duduk dalam waktu lama, batuk dan muntah berkepanjangan, sering mengangkat beban berat, faktor usia, dan kehamilan (sumber : www.halodoc.com ).

Gejala hemoroid yang sering ditemui adalah munculnya benjolan di luar anus yang terasa sensitif serta nyeri jika disentuh, tetapi ada juga gejala lain yang menyertai seperti mengalami iritasi atau gatal, rasa nyeri, pembengkakan berwarna kemerahan di sekitar anus, terjadi pendarahan setelah buang air besar tanpa diikuti rasa nyeri, dan keluar lendir setelah buang air besar (sumber : www.halodoc.com ). Gejala-gejala tersebut muncul sesuai tingkat keparahannya ya dears.

Pasca persalinan pervaginam, aku menemukan adanya benjolan di sekitar anus yang sudah kuduga itu adalah hemoroid efek dari mengejan sekuat tenaga. Awalnya tidak terasa nyeri, tetapi setelah mengalami sembelit berhari-hari pasca persalinan, benjolan itu membesar dan mulai ada sensasi nyeri saat disentuh. Berdasarkan beberapa informasi, hemoroid yang disebabkan oleh persalinan biasanya akan sembuh sendiri selama rajin merawat diri dan menjaga pola hidup sehat. Namun, karena aku yang nggak sabaran dan mulai merasa terganggu dengan hemoroid terutama saat duduk rasanya seperti ada yang mengganjal, aku pun mulai mencari informasi untuk menyembuhkannya. Sebenarnya obat hemoroid itu banyak dijual di pasaran, tetapi aku nggak bisa sembarangan memilih obat karena kondisiku sedang menyusui, aku harus memerhatikan keamanannya untuk bayiku.

Aku sempat konsultasi dengan dokter obgyn yang membantuku saat persalinan, siapa tahu dia punya rekomendasi obat hemoroid yang aman untuk ibu menyusui, tetapi jawabannya adalah aku disarankan menemui dokter bedah untuk mengatasi benjolan yang ada. Pliiiissss atuhlah…. luka jahitan pasca lahiran masih perih, denger dokter bedah malah tambah linu. Lagian aku sih salah sasaran nanya hemoroid ke dokter obgyn. Ya tadinya siapa tahu kan ya, wkwkwk.

Aku melanjutkan pencarianku di internet siapa tahu aku menemukan sesuatu yang kubutuhkan, entah itu obat atau solusi tanpa obat misalnya. Aku gugling sana-sini, berbagai macam jenis obat hemoroid herbal mulai berseliweran sampai akhirnya aku tertarik pada salah satu website De Nature Indonesia, di sana menjual berbagai macam obat herbal salah satunya obat hemoroid.

De Nature Indonesia memroduksi obat hemoroid dalam dua varian, kapsul yang diberinama Ambejoss dan salep yang diberinama Salwa (Salep Wasir kali ya….). aku tertarik dengan salepnya karena kupikir itu obat luar yang mungkin lebih aman untuk ibu menyusui. Dari sana aku coba melakukan pencarian lagi di toko oren yang ternyata produk tersebut cukup famous di sana. Aku visit ke official store-nya  sambil membaca ulasan-ulasan yang sebagian besar berbintang lima, aku juga sempat chat dengan adminnya bertanya soal keamanannya untuk ibu menyusui.

Kemasan dan harga

Klik. Hatiku terpaut padanya. Dengan harga Rp. 100,000,- salep Salwa berhasil mendarat di hadapanku. Kupikir salepnya nggak sekecil itu. Kemasannya mini, diameternya seukuran koin lima ratusan lebih lebar dikit dengan isi 5 gram. Pada kemasannya terdapat sticker hologram yang menunjukan bahwa produk ini asli.



Namun, ada yang menarik di sini. Di dalam package-nya yang sudah kubuang terdapat 1 pcs salep Salwa, 1 lembar brosur, dan 1 pcs kartu yang berisi kalimat shalawat. Ma sha Alloh, ikhtiar bumi dan ikhtiar langit ya.



Keamanan Salwa

Sudah menjadi kebiasaan dengan selalu mengecek apakah suatu produk telah terdaftar di BPOM atau tidak untuk memastikan keamanannya apalagi di zaman sekarang ini tidak menutup kemungkinan beredarnya produk-produk yang menggunakan nomor registrasi BPOM palsu. Alhamdulillah, salep Salwa ini benar-benar teregistrasi di BPOM.





Selain teregristrasi di BPOM, salep Salwa ini terbuat dari bahan-bahan herbal, diantaranya quercus infectoria galla (manjakani), kaempferia galanga rhizoma (kencur), olea europaea fructus oleum (minyak zaitun), cymbopogon nardus folium oleum (serai), dan vaselin album ad yang diolah bersamaan sehingga menghasilkan aroma yang nyaman di penciuman serta aman digunakan khususnya untuk ibu menyusui. Insha Alloh.

Sudah aman dari segi komposisi, tapi halal nggak nih? Insha Alloh halal ya sesuai dengan logo halal dari Majelis Ulama Indonesia yang tertera pada kemasan.


Meskipun terbuat dari bahan herbal bukan berarti awet sepanjang masa ya, Salwa tetap memiliki masa kadaluwarsa yang bisa ditemukan di bawah kemasannya.



Cara pakainya gimana?

Hmm.. namanya salep pasti dioles, hehehe. Teman-teman tinggal buka kemasannya, lalu oleskan salep Salwa pada area yang memerlukan (nggak usah disebutlah ya..). Gunakan sebanyak 3 kali dalam sehari, tapi biasanya aku pakai juga setelah BAB. Untuk hemoroid akut dengan gejala yang disertai pendarahan, mungkin bisa mengonsumsi kapsulnya juga.

Untuk hasilnya sih variatif tergantung tingkat keparahannya. Aku sendiri baru merasakan efeknya setelah dua minggu pemakaian. Benjolannya mengempis, hilang dan nggak kambuh lagi sampai sekarang. Oh iya disamping itu usahakan untuk selalu menjaga kesehatan terutama pola makan. Makanlah makanan yang berserat serta penuhi cairan tubuh dengan minum air putih minimal dua liter sehari agar pencernaan lancar, khususnya untuk mencegah sembelit yang menjadi salah satu penyebab hemoroid meradang. So, buat teman-teman yang mungkin memiliki masalah yang sama bisa coba menggunakan salep Salwa, tetapi tetap memerhatikan gejala yang timbul ya.

Ok dears, segitu dulu informasi yang bisa aku sampaikan melalui diary kali ini. Semoga bermanfaat ya. Salam sehat selalu.





Komentar

  1. Aku dulu lahiran 2-2 nya Cesar, tapi abis lahiran kedua, sempet bandel, begitu jahitan ga berasa sakit lagi, malah bisa2nya belanja ke swalayan. Mungkin Krn jalan terlalu lama di sana, pas sampe rumah sakiiiit banget bagian di bokong itu mba. Luar biasalah berdenyut. Sampe akhirnya nangis. Tapi waktu itu aku diksh obat minum akhirnya. Duuuh memang ga enaaaak banget ambeian itu yaaa. Sakit nya kalo kumat luar biasa ganggu dan bikin pusing. Untungnya skr ga pernah kumat2 lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tapi alhamdulillah sekaramg udah sembuh ya. Aku sampe bingung nyari obat yg aman buat busui..

      Hapus
  2. Nggak apa postingannya 😁 not gross if I read between the lines. Pengetahuannya bermanfaat bagi calon ibu he-he. Jadi bisa menyiapkan diri saat kelak melahirkan, meski aku nggak ada keluhan konstipasi/hemoroid dan semacamnya. Makasih infonya Mbak Ilsa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya mba. Aku agak risih sama artikelnya, tapi ya siapa tau ada yang sama kayak aku dan bingung cari infonya. 😅😅

      Hapus
  3. btw, mbak, ini artikelnya informatif kok. justru memang harus ditulis. jadi orang lain juga tahu. btw, aku belum pernah mengalami seperti ini sih (semoga enggak), tapi ini bisa kurekomendasikan pada orang lain yg butuh. oh iya baru inget, ternyata ada agennya juga enggak jauh dari rumahku, hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe jangab sampe mengalami deh mba..
      Iya siapa tahu ada yg punya pengalaman kayak aku..😆

      Hapus
  4. Jadi kalo lahiran ngeden tuh bisa ada efek samping gtu ya Mbak, aku blm nikah jd gak tau dan baru tau skrg. Ini informasi yg bagus banget Mbak, gak jorok sama sekali ko

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa mba kayak aku 😅 tapi banyak kok yang lahiran normal mulus2 aja ☺ kakakku juga lahiran normal, ngga kena hemoroid..

      Hapus
  5. Iya ya kalau ada wasir terus kudu lahiran itu rasanya seram imut salepnya tapi gede khasiatnya yaa..

    BalasHapus
  6. Jadi ingat Teman kantor dulu wasirnya parah kudu dioperasi dia takut tapi tersiksa, akhirnya operasi dah

    BalasHapus
  7. Ini informasi baru dan aku mencernanya sambil membayangkan letak-letak bagian tubuh, karena aku bener-bener awam soal ini. Sebut aja mba, mungkin pakai istilah yang medis~

    BalasHapus
  8. Wah dapat ilmu baru jadinya. Makasih sharingnya mba,ini ilmu bermanfaat loh...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Pertama dan Terakhir Operasi Usus Buntu

Assalamu’alaikum Innalillahi wa innailaihiroji’uun, aku baru saja mendapat kabar duka bahwa mantan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas tempat aku kuliah dulu meninggal dunia karena radang usus buntu. Sebenarnya bukan karena radang usus buntu sih tapi karena memang sudah takdirnya hanya saja jalannya seperti itu, semoga amal ibadah beliau diterima oleh Alloh. Aamiin. Bicara soal radang usus buntu, kalian semua pernah bahkan mungkin sering denger jenis penyakit apa radang usus buntu itu? Apa penyebabnya? Dan bagaimana cara mencegah atau mengobatinya? Di tulisan ini aku ingin berbagi pengalaman pribadiku melawan radang usus buntu. Usus buntu atau sering disebut apendiks   merupakan satu organ yang berbentuk kantong kecil dan tipis yang berukuran 5 sampai 10 cm yang terhubung pada usus besar. Seperti organ tubuh lainnya, usus buntu juga memiliki fungsi yaitu sebagai antibodi. Organ ini berperan aktif dalam sekresi immunoglobulin (senyawa yang menghasilkan protein yang berguna u

Cara Bersyukur dengan Membudayakan Hidup Minimalis

Bismillaahirrahmaanirraahiim Aku nggak tahu ini hari ke berapa aku berdiam diri di kamar kost. Jujur, aku sedikit terganggu dengan keadaan yang tak jarang membuat uring-uringan, tapi apalah daya aku nggak bisa apa-apa selain berusaha menikmati keadaan yang terjadi saat ini efek PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sebagai upaya meminimalisir penyebaran COVID-19. Meski dasarnya aku anak rumahan, tapi bukan berarti aku tak masalah dengan kondisi saat ini. Akhir-akhir ini aku mulai merindukan aktivitas hiburan di luar, seperti nongkrong sambil makan bareng teman, hunting di toko buku sambil menghirup aroma khas buku baru, nonton bioskop, jalan-jalan ke tempat hiburn, dan sebagainya. Dalam masa PSBB ini sesekali aku keluar hanya untuk kerja dua atau tiga hari dalam seminggu, menjemur pakaian sambil menjemur diri, ke super market, dan buang sampah, selebihnya aku hanya di kamar kost dengan aktivitas yang kuusahakan bermanfaat. Tadi pagi dengan sengaja aku membuka akun Instagra

Cara Bersyukur dengan Maskeran : REVIEW MASKER BERAS BYVAZO

Assalamu'alaikum ... Kalau gabut, kalian ngapain sih? Baca buku? Nulis? Streaming nonton film? Atau menelusuri sosmed seharian, tapi kalau ini sih tak perlu nunggu gabut karena mayoritas manusia saat ini lebih banyak menghabiskan waktunya di sosmed. Tak heran jika di era ini sosmed menjadi salah satu media yang digandrungi oleh banyak orang, termasuk aku karena dengan berjelajah di sosmed ragam informasi bisa didapatkan dengan mudah, tak kalah saing dengan televisi. Bagiku sosmed malah lebih menarik dengan tayangan-tayangan yang variatif dan informatif dibandingkan televisi yang mana akhir-akhir ini lebih didominasi oleh tayangan-tayangan dengan tingkat edukasi yang minim, misalnya sinetron-sinetron remaja yang lebih menunjukan kisah percintaan, baper-baperan, dan kekerasan/perkelahian. Ok, friends. Sebenarnya bukan sosmed atau televisi yang akan dibahas kali ini, melainkan aku mau nyoba riview satu produk kecantikan. Terus korelasinya dengan sosmed apa?. Tentu ada, kare