Hari jum'at kemarin, aku baru saja merasakan hal magic. Masa iya, siang itu tiba-tiba dalam hati aku bergumam, "besok mertuaku berkunjung ke rumah". Eh, sorenya suamiku kirim pesan via whatsapp kalau besok Mamanya akan berkunjung ke rumah kami. Ya ampuun, kok bisa sama gitu ya?.
Diaris percaya nggak, hal semacam itu bisa dibilang magic?, wkwkwk. Nggaklah ya, itu sekadar intuisi seorang menantu soleha sepertiku, hihihi. Lagipula bukan hal aneh juga kalau mertuaku berkunjung ke rumah kami.
Waktu anakku masih bayi, mertuaku bisa seminggu sekali main ke rumah. Namun, sejak kakak iparku punya anak lagi, mertuaku mulai jarang main ke rumah karena beliau sibuk membantu kakak iparku merawat bayinya. Apalagi sekarang beliau juga sibuk merawat ayahnya yang sudah lansia, makin jaranglah beliau main ke rumah kami, walaupun selalu menyempatkan waktu untuk itu. Beliau merasa takut cucunya tak mengenalinya, katanya. Padahal kami tak jarang berkomunikasi via video call. Setiap lebaran pun kami selalu menginap di rumahnya.
Sesuai intuisi yang tervalidasi oleh pesan dari suami di hari jum'at itu, hari sabtunya mertuaku tiba di rumah kami sekitar jam setengah sebelas siang. Alhamdulillah pagi itu belum turun hujan sehingga beliau nggak kehujanan saat di perjalanan.
Seperti biasa, setiap berkunjung ke rumah kami, beliau nggak pernah datang dengan tangan kosong, selalu membawa sesuatu. Hal ini sering membuat aku dan suami nggak enak hati, terkadang bingung membalasnya dengan apa.
Hari itu, mertuaku membawa macam-macam hasil bumi, mulai dari rambutan, pisang, beberapa buah singkong, dan olahan ayam kampung. Nggak ketinggalan juga beberapa kotak mainan untuk anak kami. Duh, makin nggak enak hati aja, sekaligus seneng juga (hihihi). Alhamdulillah nambah stok buat cemilan di rumah. Apalagi musim hujan gini, katanya suka bikin perut lapar terus, mesti sedia banyak cemilan di rumah. Benar begitukah?.
Musim hujan bikin perut lapar terus. Awalnya kupikir kalimat itu cuma mitos aja, jokes musim hujan gitu. Tapi setelah iseng gugling, ternyata ada penjelasannya.
Perut mudah terasa lapar saat musim hujan disebabkan tubuh sedang berusaha mempertahankan suhunya agar tetap hangat, meski cuaca terasa sangat dingin. Hal ini membuat tubuh membakar kalori lebih banyak, dan tentu proses pembakaran kalori membutuhkan asupan makanan.
Selain itu, selama musim hujan, cahaya matahari sembunyi dibalik awan kelabu, membuat tubuh kurang paparan sinar matahari. Hal ini memicu penurunan kadar hormon serotonin dalam tubuh, yaitu hormon pengatur suasana hati. Penurunan hormon serotonin ini biasanya menyebabkan tubuh ingin mengonsumsi karbohidrat untuk menaikkan kembali kadar serotonin.
Sebenarnya masih ada faktor lainnya, tapi kurang lebih seperti itulah yang terjadi dalam tubuh saat cuaca dingin di musim hujan. Untuk penjelasan lebih lengkapnya bisa gugling sendiri ya.
So jangan heran jika selama musim hujan, perut jadi mudah merasa lapar ya Diaris. Sing penting, jangan lupa untuk selalu sedia stok makanan atau cemilan sebelum hujan (wkwkwk), biar nggak rempong nyari makanan disaat perut mulai terasa lapar.
Behubung di hari minggu hujan turun dari pagi, cuaca juga cukup dingin, mumpung masih ada mertua juga di rumah, aku mau coba bikin cemilan nih. Kayaknya enak makan cemilan yang fresh from the wajan.
Siang itu aku coba bikin cemilan jadul berbahan dasar singkong, kebetulan ada singkong dari mertua. Anggaplah sebagai upaya untuk meningkatkan hormon serotonin yang menurun saat musim hujan (wkwkwk). Cemilan yang akan kumasak siang itu adalah 'Deblo', ada yang tahu?.
Menurut hasil gugling, Deblo merupakan cemilan khas Jawa Barat, khususnya dari daerah Sukabumi. Deblo terbuat dari singkong kukus yang ditumbuk, dibumbui, lalu digoreng. Endulll, deh. Biar agak keren, mungkin bisa disebut perkedel singkong kali ya.
Bagi Diaris yang belum tahu, dan ingin tahu bagaimana rasanya. Diaris bisa coba buat di rumah. Berikut aku bagi resepnya ya.
Resep Cemilan Deblo
Bahan:
1 buah singkong ukuran besar
1 sdm tepung tapioka
Garam secukupnya
Penyedap secukupnya
Minyak goreng
Bumbu halus:
5 siung bawang merah
2 siung bawang putih
2 cm kunyit
3 cm kencur
3 buah cabai kriting merah
2 batang serai ukuran kecil
Cara membuat:
1. Bersihkan singkong dari kulitnya. Cuci bersih, lalu kukus hingga matang.
2. Haluskan semua bumbu halus.
3. Tumis bumbu halus dengan minyak panas, lalu sisihkan.
4. Setelah singkong matang, segera tumbuk singkong hingga halus dalam sebuah wadah. Menumbuk singkong lebih mudah dalam kondisi masih panas.
5. Campurkan bumbu halus yang telah ditumis dengan singkong yang telah ditumbuk.
6. Tambahkan tepung tapioka, garam, dan penyedap rasa.
7. Aduk semua bahan hingga merata.
8. Cetak adonan Deblo sesuai selera.
9. Panaskan minyak untuk menggoreng adonan Deblo yang telah dicetak.
10. Goreng adonan Deblo hingga matang, berwarna kecoklatan.
11. Cemilan Deblo siap dihidangkan.
Mudah ya cara membuat Deblo, rasamya juga enak. Apalagi dimakan selagi panas-panas. Ada sensasi kriuk di luar, empuk di dalam. Cocok sebagai cemilan di musim hujan gini.
Kalau masak Deblo tuh suka kangen almarhumah Mama. Beliau penyuka Deblo. Biasanya suka bikin sendiri, atau beli dari pedagang keliling di sekitar rumah masa kecilku. Kalau sekarang, selama tinggal di Kota Hujan, aku belum pernah menemukan penjual Deblo.
Ok Diaris, itulah ceritaku membuat cemilan Deblo di hari minggu kemarin. Semoga bermanfaat ya. Selamat mencoba. Terima kasih sudah membaca diaryku.
Sumber:
https://www.klikdokter.com/info-sehat/kesehatan-umum/kenapa-perut-cepat-lapar-saat-hujan?srsltid=AfmBOopamv7gh4ML5r6OdWyz4lSt1VoT5tCJn9SLSYtQnjaXDlIxls92
Komentar
Posting Komentar