Langsung ke konten utama

SUN BRIGHT DAILY SUNSCREEN MELINDUNGI KULITMU DARI TIGA MASALAH INI

 Assalamu'alaykum, Diaris.

Ini adalah pertama kalinya aku dan suami mengajak anak kami yang masih batita main di tempat wisata dengan lokasi yang agak jauhan dari rumah, biasanya kan hanya jalan-jalan sekitar rumah aja alias keliling komplek, atau sekadar bermain di play ground rumah sakit sambil nunggu antrean imunisasi.

Bukan apa-apa, aku dan suami hanya perlu mengumpulkan keberanian aja untuk mengajak anak bermain di tempat wisata, berhubung kemarin masih ramai dengan covid-19 dan kami nggak mau ambil risiko untuk kesehatan anak. Selain itu, kami juga harus memertimbangkan beberapa hal saat mengajak anak bermain di tempat wisata karena kami tipe orang tua yang nggak mau ribet, eh aku sih lebih tepatnya.

Aku hanya mencari waktu yang pas untuk mengajak anak bermain di tempat wisata, misalnya saat anak mulai senang dan paham bermain seperti saat ini. Dia lagi senang-senangnya belajar jalan, mengeksplor semua yang bisa dijamahnya. Hampir setiap hari aku harus mengajaknya keliling komplek untuk mengenalkannya banyak hal, mulai dari hewan dan tumbuhan yang biasa dia lihat lewat gambar, hingga berkenalan dengan anak kecil lain yang ia temui. Anakku selalu tampak senang saat diajak jalan-jalan sekitar rumah.

Selain itu, di usia saat ini anakku tidak terlalu sering menyusu di siang hari karena dia sudah memiliki jadwal makan yang teratur, sehingga aku tak perlu repot mencari tempat untuk mengASIhi, masih bisa dilakukan di rumah. Cukup membawa bekal makanan dan minum aja untuk mengatasi rasa lapar dan hausnya. Berdasarkan pertimbangan tersebut, akhirnya aku mengajaknya ke tempat wisata yang agak jauh dari rumah, tapi lokasinya mudah dijangkau, dimana lagi kalau bukan Kebun Raya Bogor.

Sebenarnya hari itu bisa dibilang dadakan mengingat cuaca yang sulit diprediksi, apalagi akhir-akhir ini hujan tak henti mengguyur kotanya sendiri, namanya juga kota hujan, udah nggak aneh ya. Kebetulan hari itu Bogor tampak cerah, rasanya sayang sekali jika tidak dinikmati, ditambah weekend pula. Cuacanya memang cerah, panas, tapi beberapa hamparan rumput di Kebun Raya Bogor tampak berlumpur, tepatnya sih yang terhalang pepohonan, sehingga aku terpaksa memilih dataran berumput yang langsung terpapar oleh sinar matahari agar anakku bisa bebas berlarian kesana kemari tanpa harus kakinya tercelup lumpur.

Anakku tampak begitu ceria sambil wara-wiri kesana kemari tanpa arah yang pasti, tapi aku dan suami malah ngeri dengan merasakan teriknya matahari siang itu mengingat kami nggak pakai skin protection, selain pakaian masing-masing. Akhirnya kami memutuskan untuk tak berlama-lama di sana. Asli ngeri pisan panasnya. Mungkin ini efek dari global warming yang tak berkesudahan. Lapisan ozon yang semakin menipis dari waktu ke waktu membuat sinar matahari teramat panas rasanya, sinar UV juga semakin leluasa menyentuh kulit.

Sinar UV memang banyak manfaatnya bagi tubuh manusia, terutama dalam membantu mencukupi asupan vitamin D, serta membantu pembentukan tulang pada anak. Pun pada orang dewasa, sinar UV membantu menjaga kesehatan tulang guna mencegah osteoporosis. Namun, jika terpapar secara berlebihan (mengingat fenomena global warming saat ini) akan menimbulkan masalah pada kulit, seperti penuaan dini, risiko kanker kulit, kulit terbakar (sunburn), melasma (kelainan pigmentasi pada kulit), solar elastosis (pecahnya jaringan ikat kulit yang menyebabkan kulit tampak kendur, serta muncul kerutan dan lipatan), keratosis aktinik (pertumbuhan prakanker), dan kulit menghitam. Ngeri kan?, apalagi kulit batita seperti anakku yang begitu sensitif.

Awalnya kami berpikir bahwa tempat wisata outdoor lebih aman dan sehat untuk anak karena bisa bersentuhan langsung dengan alam, tapi ternyata tak seaman itu ya, jika kulit harus bersentuhan langsung dengan sinar matahari dan terpapar sinar UV secara berlebih. Namun, mau gimana lagi, kami memang lebih senang membawa anak bermain di alam terbuka, dan itu artinya sulit bagi kami untuk menghindari sinar matahari, belum lagi anak kami yang hampir setiap hari mengajak jalan-jalan keliling komplek rumah, sudahlah memang sulit terhindarkan dari sinar matahari yang panasnya aduhai seperti akhir-akhir ini.

Aku juga sempat dibuat kaget dengan warna kulit wajah anakku yang berubah agak gelap selepas bermain di Kebun Raya Bogor waktu itu, padahal kami disana nggak lama, hanya dua-tiga jam saja, tapi secepat itu perubahannya. Begitu pun dengan aku dan suami yang terdapat spot belang pada kulit kami, apalagi kulit wajahku jadi belang sesuai garis batas hijab yang kupakai, jika dilihat dari jauh macam pakai topeng. Kebayang kalau seharian terpapar sinar matahari, mukaku bisa benar-benar bertopeng nih.

Mungkin bisa dibilang mending ya muka bertopeng karena sunburn, masih bisa hilang dengan rutin perawatan wajah, tapi bagaimana jika efek-efek lain seperti yang sudah kujabarkan diatas bermunculan, mulai dari penuaan dini, muncul kerutan, hingga memicu kanker. Ih ngeri ya kan.

Oh iya satu lagi nih yang bikin aku ngeri, dan sayangnya aku baru tahu soal ini (efek kurang update). Aku pernah baca artikel di laman hellosehat, ternyata selain sinar UV yang dipancarkan matahari, blue light yang dipancarkan layar gadget, komputer, televisi, dan perangkat digital lainnya juga menjadi salah satu penyebab munculnya masalah pada kulit. Paparan blue light dalam jangka panjang bisa mempercepat pemecahan kolagen dan elastin yang bertanggung jawab untuk mengencangkan kulit agar tampak awet muda. Makin ngeri kan?, apalagi kita sering banget nongkrong depan gadget, televisi, hingga komputer setiap hari, mungkin bisa jadi kita lebih banyak terpapar blue light daripada sinar UV dari matahari.

Lah terus gimana? meski dikatakan tiap hari lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan, pastilah ada waktunya terkena sinar matahari juga, belum lagi blue light dari gadget dan kawan-kawannya. Memang sulit untuk menghindarinya karena hal tersebut bisa dibilang sudah menjadi bagian dari kebutuhan kita. So yang bisa kita lakukan saat ini adalah melindungi kulit kita dari efek buruk yang ditimbulkan, salah satunya dengan cara menggunakan tabir surya, seperti sunscreen.

Eh, tapi apakah sunscreen bisa mengatasi semua masalah seperti yang dijabarkan di atas? karena aku juga pernah baca di laman hellosehat, sunscreen merupakan losion tabir surya yang dapat menembus dan diserap oleh kulit sebelum sinar UV mencapai lapisan kulit dan merusaknya. Namun, katanya sunscreen ini biasanya hanya bertugas melindungi kulit dari sinar UVB, sedangkan yang dibutuhkan saat ini adalah pelindung dari UVA, UVB, dan blue light juga.

Nah kemarin aku sempat ceki-ceki di toko oren, ceritanya mau berburu tabir surya untuk keluarga kecilku, mulai dari sunscreen untuk anakku yang awalnya kupikir "emang ada ya?". Eh ternyata ada, tapi harganya bisa dua kali lipat dari sunscreen orang dewasa, apalagi untuk jenis kulit sensitif seperti kulit anakku, tapi tak apalah yang penting kulit anak tetap sehat ya, mencegah masih lebih baik daripada mengobati.

Kemudian gantian berburu sunscreen untuk orang dewasa. Banyak sih dengan berbagai merk, sampai bingung mau pilih yang mana. Hmm.. tapi ngapain bingung, tinggal pilih sesuai kebutuhan, dan pastikan kandungannya aman untuk kulit. Aku langsung aja cari sunscreen yang bisa melindungi kulit dari sinar UVA, UVB, sekaligus blue light, hingga bertemulah aku dengan Sun Bright Daily Sunscreen, produknya Scarlett Whitening yang sampai saat ini masih rutin kupakai.

Kemasan Sun Bright Daily Sunscreen

Sun Bright Daily Sunscreen ini dikemas dalam botol tube dengan tutup fliptop. Botol tubenya dilindungi dengan kemasan plastik. Pada kemasan plastiknya terdapat beberapa informasi penting seputar produk. Dengan hanya melihat kemasan plastiknya, aku bisa tahu manfaat dari penggunaan produk ini, apa lagi kalau bukan melindungi kulit dari sinar UVA, UVB, dan blue light dengan kekuatan 50 kali lebih lama sesuai dengan kadar SPF 50 PA+++ yang tertera pada kemasan, aku juga tahu kandungan apa saja yang terdapat dalam produk, serta cara penggunaannya. Selain itu, aku juga tahu bahwa produk sudah teregistrasi di BPOM, dibuktikan dengan cara memindai kode batang yang tersedia, di sana juga terdapat kode batang untuk mengecek apakah produk asli atau tidak. Selain dengan memindai kode batang, Diaris juga bisa klik link https://verify.scarlettwhitening.com untuk memastikan keaslian produk, maklum ya zaman sekarang ini rawan produk palsu.


Warna kemasan botol tube Sun Bright Daily Sunscreen ini didominasi dengan warna kuning dan biru. Pada kemasan botol tube terdapat label hypoalergenic. Mengutip dari laman sehatq.com, hypoalergenic merupakan label yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan yang biasanya dipakai untuk menyatakan bahwa kandungan yamg terdapat dalam suatu produk tidak rentan menyebabkan reaksi alergi dan iritasi. Namun, bukan berarti produk tersebut tidak menimbulkan alergi sama sekali, semuanya tergantung pada sensitivitas kulit masing-masing orang, hanya saja dengan adanya label hypoalergenic pada suatu produk menandakan minimnya risiko alergi dan iritasi kulit.


Isi dan Kandungan Sun Bright Daily Sunscreen

Setiap kemasan botol tube Sun Bright Daily Sunscreen ini berisi 50 ml dengan kandungan sebagai berikut:

1. Aloe Barbadensis Leaf Extract; Membantu menyamarkan noda gelap pada wajah, membantu menyejukan kulit yang teriritasi ringan, serta menjaga kelembapan kulit.

2. Allantoin; Menyejukan kulit yang teiritasi ringan, merawat kulit agar tetap terasa halus, lembut, dan tidak kering, serta menghidrasi kulit.

3. Bisabolol; Membantu menghidrasi kulit, melindungi kulit dari penuaan dini yang disebabkan oleh efek buruk sinar matahari, membantu menyejukan kulit yang teriritasi ringan, serta membantu melawan bakteri penyebab jerawat.

4. Vitamin E; Membantu melindungi kulit dari efek buruk paparan sinar UV, membantu menyejukan kulit yang teriritasi ringan, dan membantu melembabkan kulit.

5. Arisaema Amurense Extract (Phyto Whitening); Membantu mencerahkan kulit, dan membantu menyamarkan noda gelap pada wajah.

6. Pro Vitamin B5 (Panthenol); Menjaga kelembaban kulit wajah, dan membantu menyejukan kulit yang teriritasi ringan.

7. Glycine Soja (Soybean) Oil; Membantu menyamarkan noda gelap dan meratakan warna kulit, melindungi kulit terhadap efek buruk sinar matahari, serta menjaga kelembaban kulit.

Setelah tahu kandungan berikut masing-masing manfaatnya untuk kulit, ternyata aku memang nggak salah pilih daily sunscreen. Selain sebagai pelindung dari sinar UV dan blue light, Sun Bright Daily Sunscreen ini juga bagus untuk merawat jenis kulit kering, seperti kulitku yang harus selalu terhidrasi supaya tidak mudah megar, khususnya di area sekitar sisi bawah bibir.

Tekstur, Warna dan Aroma Sun Bright Daily Sunscreen.

Sun Bright Daily Sunscreen ini berupa krim berwarna putih susu, dengan tekstur kental dan liquid, kalau diteteskan ke kulit krimnya akan lumer sehingga mudah merata saat diaplikasikan di kulit. Sesuai dengan isi kandungannya, Sun Bright Daily Sunscreen ini benar-benar memberi sensasi sejuk di kulit, dan memang cukup menenangkan/menyejukan untuk kulit yang teriritasi. Selain itu, yang aku suka dari Sun Bright Daily Sunscreen ini adalah membuat kulit lembab dan tampak glowing seperti tulisan yang terpampang nyata pada kemasannya yaitu "Extra Moist and Glow".

Untuk aromanya, aku jadi ingat label hypoalergenic yang terdapat pada kemasannya. Setahuku label tersebut juga digunakan untuk produk yang tidak mengandung fragrance atau parfum. Untuk beberapa kasus, fragrance ini tak jarang memicu timbulnya alergi dan iritasi pada kulit, khususnya kulit sensitif. Contohnya kulit anakku yang cenderung sensitif nggak bisa pakai losion yang mengandung fragrance. Jika dilihat pada komposisinya, Sun Bright Daily Sunscreen ini tidak mengandung fragrance atau parfum, hanya tercium aroma mint saja.

Cara pakai Sun Brigth Daily Sunscreen

Cara pakai Sun Bright Daily Sunscreen ini sangat mudah yaitu dengan mengoleskan krim secukupnya ke area wajah dan leher secara merata. Gunakan dua kali saat pagi dan siang sebelum melakukan aktivitas. Hindari area sekitar mata. Biasanya aku pakai Sun Bright Daily Sunscreen pada kulit wajah setelah pakai moisturizer, atau krim siang, lalu ditutup dengan bedak. Hasilnya cukup ngeblend di kulit wajahku. Dibawah ini adalah tampilan kulit wajahku sebelum dan sesudah pakai Sun Bright Daily Sunscreen secara rutin.


Pada gambar sebelah kiri, kulit wajahku tampak kering, apalagi area sisi bawah bibir yang selalu langganan megar-megar, sedangkan pada gambar sebelah kanan, kulitku tampak lembab dan cerah karena cukup terhidrasi. Untuk warna kulit wajah sih masih tampak sama, karena ini sunscreen, bukan pemutih.

Seperti yang sudah kukatakan di atas bahwa selain sebagai pelindung, Sun Bright Daily Sunscreen ini juga bagus untuk perawatan kulit wajah, apalagi untuk tipe kulit kering, boleh pisan dicoba Sun Bright Daily Sunscreen ini.

Harga Sun Bright Daily Sunscreen, dan beli dimana?

Satu botol tube Sun Bright Daily Sunscreen ini dibandrol dengan harga Rp. 75.000,- aja. Menurutku harganya sesuai dengan manfaat yang diberikannya. Kita bisa mendapatkan kulit sehat, lembab, cerah, serta terhindar dari efek buruk sinar UVA, UVB, dan blue light.

Untuk mendapatkan Sun Bright Daily Sunscreen ini, Diaris bisa mengunjungi official storenya via link ini https://linktr.ee/scarlett_whitening,  menurutku belanja via online itu lebih praktis aja, tinggal klik produk, klik bayar, lalu tunggu mas kurir datang ke rumah.

Oke Diaris, kurasa diary bersama Sun Bright Daily Sunscreen cukup sampai disini ya. Sedikit pesan untuk Diaris yang sering beraktivitas di outdoor, kusarankan untuk pakai sunscreen, ngeri deh sama sinar matahari sekarang ini, dan nggak kalah ngeri juga dengan paparan blue light yang kurasa lebih sering bersentuhan dengan kulit kita, tanpa mengenal outdoor atau indoor. Semoga diary ini bermanfaat ya. See you.

Sumber :

https://www.halodoc.com/artikel/ketahui-7-bahaya-sinar-matahari-untuk-kulit

https://hellosehat.com/penyakit-kulit/perawatan-kulit/bedanya-sunscreen-dan-sunblock/

https://hellosehat.com/mata/penyakit-mata/3-bahaya-akibat-paparan-cahaya-biru-dari-layar-gadget 

https://www.sehatq.com/artikel/benarkah-produk-hypoallergenic-seutuhnya-dapat-melindungi-kulit-dari-reaksi-alergi


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman lahiran normal anak pertama di Rumah Sakit

  Assa lamu’alaikum… Dear diary. Kali ini aku hanya ingin berbagi cerita tentang pengalaman melahirkan anak pertama di rumah sakit dengan harapan ada manfaat yang bisa diambil dari pengalaman pertamaku ini. Kenapa Rumah Sakit? Sebelum memilih rumah sakit, aku mengunjungi bidan terlebih dahulu untuk memastikan di dalam rahimku ada calon bayi setelah kuyakin dengan benar test pack  yang kupakai bergaris dua, tapi di sana aku tidak mendapatkan apa-apa selain hasil tensi darah bahkan bu bidan tak menyentuh perutku sama sekali karena alasan usia kandunganku terbilang masih sangat muda, “belum kepegang” begitu katanya. Dia juga bilang bisa saja aku menstruasi lagi dan menyarankan untuk berkunjung lagi bulan depan. Kondisiku makin hari makin nggak karuan. Aku mulai merasakan pusing, mual, muntah hingga badan terasa lemas. Tak tahan rasanya jika harus menunggu hingga bulan depan. Kuputuskan untuk periksa ke dokter saja sekalian USG dan siapa tahu dikasih vitamin atau obat pereda rasa mual. Seb

Awal Mula Terkena Eye Floaters

  Eye Floaters Itu Apa Sih? Assa lamu├ílaykum , Diaris. Alhamdulillah aku udah nulis lagi sekarang. Mudah-mudahan bisa istiqomah  seperti janjiku dari dulu. Beberapa bulan lalu aku sempat vakum nulis di Blog. Bukan karena malas atau kena writer’s block, tetapi ada sedikit masalah dengan kesehatan mataku, ditambah lagi aktivitas sehari-hariku sebagai ibu rumah tangga yang cukup padat, anakku lagi fase aktif-aktifnya, serba ingin eksplor sana-sini. Sok sibuk banget deh aku pokoknya. Hehehe. Bicara tentang kesehatan mata yang menjadi alasanku vakum nulis di Blog. Aku lupa persisnya. Kalau nggak salah sekitar Bulan Juli 2022. Awalnya aku merasakan ada yang aneh dengan mataku yang sebelah kiri. Setelah kucari tahu dari berbagai sumber ternyata mataku yang sebelah kiri menderita Eye Floaters . Berdasarkan informasi yang kudapat dari laman alodokter, floaters adalah bayangan berbentuk bintik atau garis yang tampak mengambang atau melayang-layang pada penglihatan. Floaters sering terjadi dan um

Review BREYLEE BLACKHEAD MASK STEP 1 : Jagonya angkat komedo

Bismillaahirrahmaanirrahiim Hai dears, tampil cantik selalu menjadi salah satu keinginan seorang perempuan walaupun cantik itu relative yang artinya setiap perempuan memiliki standar kecantikan yang berbeda tentunya. So, menurutku kecantikan seorang perempuan itu tak bisa disamaratakan ya. Dikarenakan wajah menjadi salah satu parameter kecantikan seorang perempuan sehingga   wajah yang good looking selalu diidamkan setiap perempuan. Tak harus seperti artis Korea yang shining, shimmering, splendid, and glowing , tapi bersih dari jerawat dan komedo pun sudah sangat disyukuri seperti aku yang dari dulu selalu menginginkan wajah yang bersih dari komedo di area hidung yang agak mengganggu, hehehe. Tak sedikit produk skincare penghilang komedo yang berseliweran di iklan telah kucoba, mulai dari bentuk krim, sabun, dan berupa kertas pernah kucoba, tapi hasilnya   kurang memuaskan karena komedo tak terangkat tuntas terutama komedo yang sudah mulai menghitam, curiga takutnya jadi fosi