Pengalaman Cuci Kasur Bersama Cucisofaid

 Assalamu'alaykum, Diaris.

Selama ini aku belum pernah kepikiran untuk cuci kasur karena yang ku tahu kasur tak perlu dicuci. Oh iya, kasur yang kumaksud bukan kasur palembang, kasur tipis-tipis ya, melainkan kasur model spring bed berbahan latex khususnya. Biasanya kubersihkan hanya dengan vacum, kalau pun kena noda, cukup dengan membersihkan bagian nodanya saja pakai air dan sabun, lalu dikeringkan menggunakan kipas angin atau menjemur seadanya. Biasanya akan bau jika tidak kering sempurna. Hehehe. Tak terbayangkan jika mencucinya secara keseluruhan, kurasa gurun pasir tempat yang cocok untuk menjemurnya. Begitulah pikiran jadulku dengan bayangan nyuci kasur layaknya cuci baju. Sepertinya aku nggak sadar sedang berada di zaman serba canggih saat ini.

Noda ringan mungkin bisa ya pakai caraku tadi, tetapi bagaimana jika noda berat. Kurasa setiap orang yang memiliki bayi dan balita pasti pernah mengalami kasur terkena air pipis bahkan sampai berkali-kali. Itulah yang sedang dialami kasurku saat ini. Sudah kesekian kalinya ia tak bisa mengelak dari ledakan pampers anakku yang masih batita, parahnya lagi kali ini bukan hanya air pipis saja, melainkan cairan poo juga. Kebetulan waktu itu anakku lagi diare.

Bayangkan kuman-kuman dari air pipis yang mungkin sebagian sudah menjadi fosil, ditambah kuman dari cairan poo. Awalnya kupakai cara lamaku sebagai tindakan pertama, yaitu menyikat nodanya dengan sabun dengan harapan kumannya mati, dan kasur menjadi wangi, tapi ternyata malah jadi berantakan, kasur jadi basah, lembab dan muncul bau. Terpaksa kasur kupakai alas berupa karpet bayi untuk menutupi kelembabannya. Eh kenapa nggak dari kemarin-kemarin ya pakai alas karpet. Kupikir akan aman hanya dengan pakai pampers, ternyata pampers bisa meledak padahal tiap mau tidur pasti ganti pampers dulu. Anakku memang sering menyusu tiap malam, makanya produksi air pipisnya lebih banyak.

Kembali lagi ke kondisi kasurku yang mungkin sudah menjadi peternakan kuman. Ngeri juga ya, takut jadi sumber penyakit, terutama pada anakku yang masih batita. Akhirnya aku dan suami memutuskan untuk mencuci kasur. Aku dan suami sama-sama browsing di internet mencari jasa cuci kasur. Ternyata tarif jasa cuci kasur cukup beragam, dari yang murah hingga yang mahal.

Seperti biasa aku iseng scroll instagram, siapa tahu ada akun jasa cuci kasur. Eh belum juga kucari, iklan akun jasa cuci kasur bermunculan di halaman utama instagramku. Hmmm... Aku jadi ingat momen dimana aku kena tipu akun bersponsor di instagram. Aku harus lebih berhati-hati. Nama akunnya Cucisofaid, di sana menawarkan jasa cuci kasur, sofa, karpet, gorden, bantal, guling, dsb. Setelah mengunjungi akunnya, aku yakin bahwa ini bukan akun tipu-tipu. Maklum ya, ceritanya aku trauma sama akun bersponsor.

Berdasarkan informasi yang kudapat dari akun instagramnya, Cucisofaid melayani cuci-cuci untuk wilayah Jabodetabek, Cikarang, Medan, Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Sepertinya aku tertarik untuk menggunakan jasanya. Kuhubungi nomor narahubung yang tersemat di bionya untuk menanyakan beberapa hal. Fast respon loh. Aku mendapatkan price list. Tarif cuci kasur di Cucisofaid disesuaikan dengan ukuran kasurnya, berlaku untuk semua jenis material kasur. Jika pakai dipan, berarti ada tarif cuci dipan.

Kasurku yang akan dicuci berukuran 160×200 cm dikenakan karif sebesar Rp. 265.000,-. Tarif tersebut sudah termasuk uang transport sehingga tidak ada biaya tambahan lain. Cucisofaid mengenakan tarif minimum untuk pelayanannya yaitu sebesar Rp. 250.000,-. Jadi, jika belum sampai pada tarif minimum, Cucisofaid tidak bisa menerima pemesanan, customer harus menambah item agar mencapai tarif minimum. Oh iya, saat hendak menggunakan jasa Cucisofaid, atau jasa cuci kasur lainnya, jangan lupa untuk bertanya perihal jumlah daya listrik yang dibutuhkan. Biasanya membutuhkan minimal 900 watt.

Setelah berdiskusi dengan suami, akhirnya Cucisofaid terpilih untuk membersihkan kuman yang berkembang biak di tempat tidur kami. Aku mengisi form appointmen yang telah disediakan untuk menentukan jadwal pencucian kasur. Setelah itu, narahubung mengirimkan beberapa ketentuan dari pelayanan Cucisofaid, diantaranya:

l Hasil pengerjaan tidak bisa dipastikan akan 100% bersih seperti baru, tergantung tingkatan nodanya ya, ringan atau sudah menjadi fosil.

Proses pengeringan hanya 50%, tidak sampai benar-benar kering, 50% lagi dari pengeringan alami. Untuk kasur bahan latex bisa memakan waktu krang lebih 24 jam.

Melayani klaim garansi bau.

Untuk pembayaran atas jasa cuci kasur ini dilakukan setelah pengerjaan, maksimal H+1.

Sesuai jadwal yang telah ditentukan, petugas Cucisofaid datang tepat waktu, Kupikir petugasnya banyak, ternyata hanya satu orang. Pengerjaan dilakukan di halaman depan rumah untuk menghindari aroma yang ditimbulkan oleh cairan pembersih kasur, aromanya cukup menyengat mirip aroma pemutih pakaian. Oh iya, berikut ini penampakan kasur bernoda yang akan dicuci oleh Petugas Cucisofaid.

Sayang sekali aku nggak begitu memerhatikan proses pengerjaannya karena sibuk mengawal anakku yang lari-larian kesana-kemari, padahal penasaran banget. Pengerjaan cuci kasur selesai dalam waktu kurang lebih satu jam. Lumayan cepat sih, mungkin karena nodanya nggak terlalu dangkal. Berikut tampilan kasur aku yang telah dicuci. 


Alhamdulillaah, akhirnya bersih juga, hasilnya cukup memuaskan buatku, tetapi sayang belum bisa dipakai. Petugas Cucisofaid menginfokan bahwa kasur yang telah dicuci akan kering minimal dalam waktu delapan jam, tetapi berhubung kasurku bermaterial latex, maka bisa memakan waktu hingga dua puluh empat jam bahkan lebih. Dia juga menyarankan untuk menyimpan kasur yang telah dicuci diluar ruangan supaya terkena angin dari udara luar sehingga proses pengeringan bisa lebih cepat, ditambah lagi untuk menghindari aroma cairan pembersihnya yang masih menyengat selama pengeringan. Terpaksa kasur kusimpan di halaman depan rumah dengan beralaskan tangga besi supaya bagian bawahnya mendapat udara juga.

Butuh waktu dua kali dua puluh empat jam untuk bisa menggunakan kasurku kembali. Nggak apa-apa, its okay. Sekarang tempat tidurku sudah kering, sudah bersih, dan sudah dibayar pula tentunya. Terimakasih untuk Cucisofaid atas pelayanannya.

Semoga Diary kali ini memberi manfaat untuk Diaris. Siapa tahu diantara Diaris ada yang berniat untuk cuci kasur atau yang lainnya seperti yang kusebutkan diatas, bisa menggunakan jasa Cucisofaid. Kunjungi Instagramnya aja ya di @cucisofaid. See you.

 

Komentar

  1. Wah, langsung keingetan nih aku udah lama ga panggil jasa pencucian spring bed wkwkwkwkw :) Sepintas memang kurang diperhatikan ya, padahal perlu. Ga kebayang kuman2 dan bakteri yang menempel di permukaan atau dalamnya hihihi. Oh, cucisofaid ini direkomendasikan oleh mbak yaaa Sip aku mau ceki2 lebih lanjut ah. Bisa kan ke Jagakarsa Jaksel juga? Mantap!

    BalasHapus
  2. Ga kepikiran buat mencuci kasur meskipun tahu banyak sekali resiko yang akan dihadapi kalau kita tidak memperhatikan kebersihan barang yang satu ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak. Aku juga karena kena pipis dan poo anak aja. Kalo nggak mh, keknya belom kepikiran nyuci kasur juga 😅

      Hapus
  3. Baru aja minggu kemarin aku juga nyuci kasurku mbak emang aku rutinkan sih cuci ksur soalnya aku alergi debu parah jadi selain bersihkan noda2 juga debu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahhh.. mbak rutin berarti ya nyuci kasurnya...

      Hapus
  4. tools mbaa, permasalahan kita sama hihi sebagai emak-emak yg punya balita, mulai dari pipis hingga pup bercampur baur semua di kasur hiikkss.. perlu manggil jasa cuci kasur nih 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, buat kesehatan anak juga kan yaa...

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer