Langsung ke konten utama

Awal Mula Terkena Eye Floaters

 

Eye Floaters Itu Apa Sih?

Assalamu├ílaykum, Diaris. Alhamdulillah aku udah nulis lagi sekarang. Mudah-mudahan bisa istiqomah  seperti janjiku dari dulu. Beberapa bulan lalu aku sempat vakum nulis di Blog. Bukan karena malas atau kena writer’s block, tetapi ada sedikit masalah dengan kesehatan mataku, ditambah lagi aktivitas sehari-hariku sebagai ibu rumah tangga yang cukup padat, anakku lagi fase aktif-aktifnya, serba ingin eksplor sana-sini. Sok sibuk banget deh aku pokoknya. Hehehe.

Bicara tentang kesehatan mata yang menjadi alasanku vakum nulis di Blog. Aku lupa persisnya. Kalau nggak salah sekitar Bulan Juli 2022. Awalnya aku merasakan ada yang aneh dengan mataku yang sebelah kiri. Setelah kucari tahu dari berbagai sumber ternyata mataku yang sebelah kiri menderita Eye Floaters.

Berdasarkan informasi yang kudapat dari laman alodokter, floaters adalah bayangan berbentuk bintik atau garis yang tampak mengambang atau melayang-layang pada penglihatan. Floaters sering terjadi dan umumnya tidak berbahaya.  Meski begitu, beberapa penyakit atau kondisi tertentu dapat menyebabkan timbulnya floaters.

Jadi, di mata kiriku ini ada bayangan kecil sebesar titik berwarna hitam, jika terlihat sekilas. Namun, jika diperhatikan secara seksama, berwarna cokelat dengan bentuk seperti potongan benang kecil. Pernah nggak Diaris memotong benang pakai gigi yang menghasilkan ujung benang berserabut halus. Kurang lebih seperti itu bentuknya.

Gambar di atas adalah ilustrasi seperti apa penglihatan pada mata kiriku saat melihat spot-spot terang dan warna-warna polos. Ajaibnya, si floaters ini tak nampak jika berada di dalam ruangan yang penuh warna. Mungkin ada yang mengira bahwa itu kotoran mata di bagian depan, bukan ya. Dikutip dari laman alodokter, di antara bagian depan dan belakang mata terdapat vitreus, yaitu cairan berupa lendir yang kenyal. Vitreus berisi air, kolagen, dan hyaluronan yang berfungsi untuk mempertahankan bentuk bola mata dan menyalurkan cahaya ke retina.

Pada mata normal, cahaya masuk melewati lensa, kornea, dan vitreus, menuju ke retina yang terletak di bagian belakang mata. Gangguan pada vitreus dapat menyebabkan timbulnya bayangan yang tampak sebagai floaters.

Beberapa Kondisi Penyebab Munculnya Eye Floaters

Floaters di mata kiriku memang tak banyak, kalau diperhatikan sih kurang lebih ada lima titik yang sering muncul. Titik itu selalu mengikuti arah penglihatanku, tetapi jika pandangan kita difokuskan ke titik itu, maka ia akan bergeser seolah menghindar. Asli sih bikin aku stres. Takut terjadi hal buruk dengan mataku. Apalagi setelah tahu beberapa kondisi yang bisa menyebabkan munculnya floaters, diantaranya:

Usia lanjut (biasanya diatas 50 tahun)

Pendarahan pada mata

Peradangan pada mata bagian belakang

Robekan pada retina

Tumor mata

Operasi mata

Penderita rabun jauh

Penderita diabetes

Memiliki anggota keluarga dengan riwayat ablasi retina

Lah terus aku yang mana, mengingat usiaku yang saat ini masih kepala dua. Makin ngeri aja. Aku benar-benar diliputi ketakutan sampai akhirnya aku menemukan beberapa artikel dari blog dan grup sharing para penderita Eye Floaters. Ternyata bukan hanya aku saja, banyak di luar sana yang menderita Eye Floaters dengan ragam usia, muda hingga tua. Bahkan sudah ada yang menderita Eye Floaters bertahun-tahun lamanya. Hah? Bertahun-tahun? Nggak sembuh-sembuh dong. Aku juga sempat baca di beberapa artikel yang mengatakan bahwa Eye Floaters tidak bisa disembuhkan. Oh no!!!!

Segera Periksa Eye Floaters

Capek dengan ketakutan yang tak kunjung reda, akhirnya kuputuskan untuk periksa mata di RS. UMMI yang berlokasi di Jl. Empang II No. 2, Empang, Bogor Selatan pagi itu. Telapak tanganku terasa dingin dan berkeringat saat menunggu antrean di depan poli mata.

Tiba-tiba seorang perawat memanggil namaku dan mengajakku untuk melakukan pemeriksaan tahap awal sebelum bertemu dengan dokter, mulai dari tes ketajaman penglihatan hingga tes tekanan bola mata. Setelah itu, barulah aku dipersilakan untuk bertemu dengan dokter mata yang praktik paling pagi hari itu, dr. Manoa Panjaitan. Sp. M.

Seperti biasa kuceritakan semua keluhanku, lalu dokter memberiku obat tetes untuk melebarkan pupil. Setelah menunggu selama lima belas menit, dokter memeriksa mataku menggunakan slit lamp. Eng… ing… eng… “Ibu pernah kena benturan nggak sebelumnya?” tanyanya padaku. Aku jawab nggak. Aku mulai takut lagi. Kemudian dia bilang, “saya rasa ini perlu ada tindakan. Sekilas saya lihat seperti ada robekan di retinanya. Kalau diagnosa saya benar, kemungkinan ibu harus melakukan laser pada mata kiri.” aku hanya manggut-manggut menanggapinya. “ini saya buatkan resep obat tetes mata dan surat rujukan ke dokter spesialis retina di RS. Bina Husada Cibinong karena di kota Bogor nggak ada.”

Kupikir dengan periksa mata ke dokter masalahku akan selesai, tetapi aku salah, pikiranku tambah runyam dibuatnya. Aku nangis sambil menunggu obat tetes mata di depan farmasi. Cengeng memang.

Gambar di atas adalah gambar obat tetes mata yang diresepkan dokter mata untuk mengatasi Eye Floaters di mata kiriku. Digunakan dua kali sehari. Berdasarkan informasi yang kudapat dari kemasannya, obat tetes ini berfungsi untuk mengobati pendarahan pada retina dan mengatasi keruh pada mata.  Aku berharap mataku bisa pulih kembali hanya dengan menggunakan obat tetes mata tanpa harus melakukan laser. Sejak itu, aku mulai mengurangi nongkrong berlama-lama depan gadget maupun laptop, aku juga mulai sering mengonsumsi makanan dan minuman yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata.

Hmmm… salah satu kenikmatan luar biasa yang sering terlupakan. Aku jadi mengingat-ingat hal-hal bermanfaat apa saja yang telah dilihat oleh mataku? Jangan-jangan mataku ini terlalu sering melihat pemandangan yang mengandung mudharat. Astaghfirullahaladzim. Di tengah rasa takut dan sedih masih tersimpan rasa syukur yang teramat besar karena Tuhan masih memberiku kesempatan untuk menggunakan kedua mataku melihat hal-hal yang baik, terlebih yang bernilai ibadah.

Baca juga : AKHIRNYA BERKUNJUNG KE BOGOR EYE CENTER

Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari diaryku kali ini. Bagaimana perkembangan Eye Floatersku selanjutnya? Nanti aku share lagi di diary selanjutnya ya. See you.



Sumber : https://www.alodokter.com/floaters




Komentar

  1. Gimana kak uda laser apa g pakai laser? Sekarang sembuh gak kak? Saya juga baru kena soalnya takut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo kak Hana. Aku udah laser kak. Untuk cerita lengkapnya ada di artikel setelah artikel ini.­čśŐ

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman lahiran normal anak pertama di Rumah Sakit

  Assa lamu’alaikum… Dear diary. Kali ini aku hanya ingin berbagi cerita tentang pengalaman melahirkan anak pertama di rumah sakit dengan harapan ada manfaat yang bisa diambil dari pengalaman pertamaku ini. Kenapa Rumah Sakit? Sebelum memilih rumah sakit, aku mengunjungi bidan terlebih dahulu untuk memastikan di dalam rahimku ada calon bayi setelah kuyakin dengan benar test pack  yang kupakai bergaris dua, tapi di sana aku tidak mendapatkan apa-apa selain hasil tensi darah bahkan bu bidan tak menyentuh perutku sama sekali karena alasan usia kandunganku terbilang masih sangat muda, “belum kepegang” begitu katanya. Dia juga bilang bisa saja aku menstruasi lagi dan menyarankan untuk berkunjung lagi bulan depan. Kondisiku makin hari makin nggak karuan. Aku mulai merasakan pusing, mual, muntah hingga badan terasa lemas. Tak tahan rasanya jika harus menunggu hingga bulan depan. Kuputuskan untuk periksa ke dokter saja sekalian USG dan siapa tahu dikasih vitamin atau obat pereda rasa mual. Seb

SKINCARE-AN ALA BUMIL DENGAN SCARLETT WHITENING : RIVIEW BRIGHTENING FACIAL WASH DAN BRIGHTLY EVER AFTER SERUM

  Assa lamu├ílaikum …. Ku l it kering, muncu l keriput Dear diary, alhamdulillah kehamilanku sudah masuk trimester tiga dan rasanya keinginan untuk merawat kulit wajah kembali menyapa. Semenjak hamil aku memang kurang memerhatikan kondisi kulit wajahku terutama di trimester pertama karena teralihkan oleh kondisi morning sickness yang cukup parah waktu itu. Boro-boro peduli penampilan, udah bisa makan pun bersyukur banget. Sebenarnya keinginan untuk kembali merawat kulit wajah sudah sejak kandungan masuk trimester dua, tapi rasa takut dengan kemanan skincare lebih mendominasi, takut membahayakan janin sehingga lebih memilih untuk membiarkan kulit wajah menjadi agak kering, tapi yang paling mengganggu adalah munculnya garis-garis halus sekitar mata yang mirip seperti keriput. Oh noooo !!! rasanya aku tak terima melihat ada keriput di sekitar mata, aku belum tua, hehehe. Aku pernah baca di situs Alodokter.com tentang penyebab munculnya garis-garis halus sekitar mata yang salah satunya adal