Langsung ke konten utama

Postingan

Demam RKUHP dan UU KPK. Korupsi, Salah Siapa?

Bismillaahirrahmaanirraahiim Assalamu’alaikum … Belakangan ini kita disuguhi oleh berita-berita dari berbagai media mengenai revisi Rancangan Undang-undang (RUU) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebabkan timbulnya pro dan kontra dari berbagai pihak sehingga memicu aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa di seluruh Indonesia. Seperti biasa aku membuka youtube untuk mencari tontonan berfaedah siang kemarin. Di timeline muncul tayangan ulang  Mata Najwa :Ujian Reformasi  yang tayang kemarin malam, tapi belum sempat kulihat. Klik. Aku menontonnya. Tayangan tersebut membahas tentang RKUHP yang dianggap terlalu terburu-buru dan tidak transparan serta UU KPK yang disinyalir melemahkan KPK sehingga memicu perdebatan sengit antar pihak yang terlibat dalam diskusi tersebut. Namun, yang membuat jariku tergerak untuk menulis diary ini yaitu ketika muncul statement KPK lebih baik dibubark

The Marriage : Tips Memilih Pasangan Hidup Versi Diary Ukhti

                             Assalamu’alaikum. Hoam. Musim nikah berarti musim baper. Entah berapa banyak aku mendapatkan undangan di tahun ini. Setiap datang ke undangan selalu auto baper. Nikah merupakan satu hal yang selalu diinginkan oleh setiap orang termasuk aku.   Taaruf, khitbah, akad, dan hidup bahagia, uuuuuuhhh senangnya. Membayangkan berada di sebuah gedung dengan dekorasi yang indah sesuai konsep yang telah dirancang, menyaksikan ijab qobul sang mempelai pria, sungkeman dengan orangtua dan mertua, dimeriahkan dengan musik dan lagu romantis serta ucapan selamat dari tamu-tamu undangan yang datang silih berganti. Hayo, siapa yang nggak mau? Wkwkwk. Itulah gambaran pernikahan yang tak jarang dibayangkan olehku, kamu, dan mereka. Namun friends tahu nggak sih pernikahan itu apa? Konklusi dari tanya jawab dengan beberapa temanku yang sebagian besar sudah menikah mengatakan bahwa pernikahan merupakan suatu ikatan suci melalui akad yang menyat

Yogyakarta : Nggak Cukup Cuma Sehari

Assalamu’alaikum..   Friends ! Kalian tahu nggak sih definisi backpacker   itu apa? Mungkin berasal dari kata backpack yang menurut kamus Bahasa Inggris artinya ransel, maka backpakcer bisa dikatakan sebagai seseorang yang memakai ransel. Siapa dia? Pengembarakah? Pendakikah? Mungkin pemudik juga bisa dikatakan backpacker jika memakai ransel, wkwkwk. Memang begitu ya definisinya? Entahlah. Tapi berdasarkan beberapa pengertian tersebut menurutku backpacker merupakan seseorang wisatawan atau lainnya yang melakukan perjalanan jauh secara mandiri. Mandiri yang dimaksud adalah perjalanan tanpa melibatkan pihak lain misalnya travel agen.   Jadi segala sesuatu kebutuhan selama perjalanan disiapkan oleh wisatawan itu sendiri. mungkin kurang lebih seperti itu, kalau salah boleh dikoreksi ya friends. Istilah backpacker   lagi ngehits banget di era milenial ini sehingga jiwa petualangku pun meronta-ronta . Tapi kemana? Bingung. Hingga ditengah-tengah kesibukan di office tempatku

Muslim Rasa Mualaf

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh Hi, friends ! Apa kabar? Aku harap kalian selalu dalam lindungan Alloh SWT. Aamiin.   Oh iya, kalian pasti tahu ‘kan apa itu Pancasila dan bagaimana bunyinya karena sebagai warga negara yang baik kita semua harus tahu seperti apa bunyi pancasila karena itu merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia. Nah kalau Dasa Dharma, friends pada tahu nggak? Kalau kalian anak Pramuka pasti pada tahu   dan harus tahu karena itu merupakan 10 sikap yang harus dimiliki oleh anak Pramuka. Tapi di diary kali ini aku bukan mau membahas tentang Pancasila ataupun Dasa Dharma, melainkan keduanya aku jadikan sebagai contoh bukti betapa pentingnya agama dalam kehidupan. Dalam Pancasila, sila pertama berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” begitu pun dengan Dasa Dharma Pramuka yang pertama berbunyi “Taqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa”   keduanya membuktikan bahwa agama (kepercayaan kepada Tuhan) itu sebagai point utama bagi seluruh manusia dalam menjalani ke